Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Guess Akan Menutup 100 Toko Di Seluruh Dunia Karena Pandemi Corona. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pandemi Covid-19 benar-benar tak pandang bulu. “ Serangan” virus corona ini juga menghantam brand-brand ternama, seperti Guess? Inc.
Dikutip dari World of Buzz, Selasa 16 Juni 2020, perusahaan itu akan menutup 100 toko di seluruh dunia dalam rentang waktu 18 bulan setelah terjadi perubahan permintaan pasar dan saham.
Penutupan ini akan terjadi di Amerika Utara dan China. Berdasarkan The Bangkok Post, CEO Guess? Carlos Alberini, mengatakan pihaknya akan mengakhiri perjanjian sewa toko.
“ Pada new normal, sangat jelas portofolio toko kami di seluruh dunia bisa dioptimalkan untuk meningkatkan profitabilitas,” kata Alberini.
Dream – Pandemi Covid-19 tak kenal ampun saat “ menghajar” siapa pun. Brand ritel milik Inditex ini terpaksa menutup 1.200 toko di seluruh dunia karena dihantam badai corona.
Dikutip dari The Guardian, Kamis 11 Juni 2020, Inditex akan menutup 1.000-1.200 toko setelah mengumumkan kerugiaan di merek-merek lain, seperti Bershka, Pull&Bear, dan Massimo Duti.
Penutupan toko Zara ini terkonsentrasi di Asia dan Eropa. Dengan pengurangan 1.200 toko, jumlah toko Zara akan turun dari 7.412-6.700-6.900.
![]()
Lantas bagaimana dengan karyawannya? Perusahaan milik Amancio Ortega ini mengatakan tak ada pengurangan karyawan. Karyawan diminta untuk melayani pembelian melalui online.
Sekadar informasi, Inditex terpukul keras karena pandemic corona. Pada periode 1 Februari-30 April 2020, penjualannya merosot 44 persen menjadi 3,3 miliar euro (Rp52,43 triliun).
Tak hanya itu, perusahaan ritel tersebut mengantongi kerugian hingga 409 juta euro (Rp6,50 triliun) pada kuartal I.
Untunglah, ada pertumbuhan penjualan online yang dikantongi Inditex. Dikatakan bahwa pada kuartal I penjualan online naik 50 persen yoy dan 95 persen yoy untuk April 2020.
Inditex akan mendorong penjualan onlinenya untuk bersaing dengan kompetitornya seperti Fast Retailing, pemilik H&M dan Uniqlo.
Inditex memprediksi penjualan online lebih dari 25 persen pada 2020. Toko yang lebih besar akan bertindak sebagai pusat distribusi penjualan online.
Nantinya, perusahaan ini berencana untuk menghabiskan 1 miliar untuk penawaran online pada 2022 dan 1,7 miliar euro untuk memperkuat bisnis onlinenya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya