Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Aksi jual asing memudarkan laju bursa saham Indonesia yang membuka perdagangan di zona positif. Sebagian besar indeks acuan saham akhirnya berguguran melemah.
Laju indeks regional yang mengkhawatirkan, khususnya koreksi Hang Seng, memaksa pelaku pasar menahan aksi beli saham.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 28 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,312 poin (0,19%) ke level 168,270.
ISSI yang mengawali perdagangan di level 169,095, sempat terpuruk ke level terendah di 168,214. Padahal ISSI menyentuh level tertingginya di 169,505.
Pemodal yang khawatir memaksa 97 saham syariah menutup perdagangan di zona merah. Beruntung 70 emiten lainnya menahan ISSI terkoreksi lebih dalam.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,97 triliun dengan 37,07 miliar saham berpindahtangan.
Penutupan di teritori negatif juga melanda indeks saham bluechips syariah. Didorong pelemahan harga saham dari 16 emitennya, Jakarta Islamic Index (JII) longsor 0,610 poin (0,09%) ke level 707,155.
JII masih sanggup membawa 12 emiten unggulan syariah ke zona positif dan 2 lainnya bertahan stagnan.
Saham UNVR kali ini menjadi buruan investor dengan mencetak kenaikan harga tertinggi Rp 450 per saham. Top gainer lainnya dihuni oleh SMGR yang naik Rp 175, INDF Rp 100, INTP Rp 75, dan AKRA Rp 25.
Sebaliknya, dua saham kelompok Astra, UNTR dan AALI memimpin top losser dengan melemah Rp 1.000 dan 600 per saham. Disusul SILO yang turun Rp 250, PTBA Rp 150, dan ITMG Rp 125 per saham.
Secara umum, bursa saham Indonesia memang lebih banyak dilanda tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 15,987 poin (0,30%) ke level 5.237,401.
Lantai bursa sore ini relatif sepi dari transaksi dengan hanya mencetak angka Rp 4,63 triliun. Minimnya aksi jual beli ini semakin berat usai asing berbalik melakukan aksi jual dengan nett sell Rp 488 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya