Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dream - Waralaba kini menjadi salah satu model bisnis sekaligus alternatif investasi singkat. Menggandeng perusahaan yang menyediakan jasa waralaba, seseorang bisa menjalankan bisnis dengan modal merek bisnis yang sudah ternama. Namun ketekunan dan kerja keras tetap jadi syarat utama.
Bertambahnya peminat waralaba harus diakui telah menumbuhkan perkembangan bisnis baru in. Tak heran, ajang pameran seperti International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2015 banjir ratusan perusahaan pemegang lisensi.
Mengangkat tema Connecting Your Business Networks to ASEAN’s Biggest Market, Special Event Manager Dyandra Promosindo Rachmat Syah Agam mengatakan, hal ini sejalan dengan konteks Indonesia yang akan memasuki era pasar bebas di kawasan Asia Tenggara. Harapannya, masyarakat bisa menyadari potensi besar yang mampu dikembangkan negeri ini.
Selain dari Dalam negeri, IFRA 2015 mendapat dukungan dari mancanegara dengan kehadiran beberapa komunitas bisnis di ASEAN seperti Franchising and Licensing Association Singapura (FLA), Malaysia Franchise Association (MFA), Philippines Franchise Association (PFA), Association of Chain and Franchise Promotion Taiwan (ACFPT) serta Macao Trade and Investment Promotion Institute (IPIM).
Ketua Umum Indonesia Franchise Association, Anang Sukandar berharap, dukungan dari asosiasi bisnis waralaba dari beberapa negara ITU mampu mendorong pelaku usaha. Terutama untuk mengembangkan dan memperluas mereka ke jaringan regional Asia Tenggara. Lebih jauh diharapkan bisa meluas hingga global.
“ Dengan menampilkan sekitar 189 perusahaan waralaba dalam dan luar negeri, ajang ini merupakan kesempatan untuk mendapatkan prospek potensial dalam mengembangkan bisnis,” kata Rachmat Syah Agam.
Rachmat melanjutkan, tahun ini panitia menargetkan agar sebanyak 15.000 pengunjung dapat hadir ke pergelaran IFRA 2015. “ Waktu 2014 itu pengunjung yang hadir hanya sekitar 12.000 orang karena pelaksanaannya bertepatan dengan pemilihan presiden. Kalau tahun ini, kami optimis pengunjung bisa mencapai 15.000 orang.”
Untuk menarik antusiasme masyarakat, pihak penyelenggara juga telah menyiapan beberapa program unggulan yang akan iut meramaikan pameran ini. Mulai dari International Franchise Conference, Retirement and Pension Seminar, Business Matching Presentation, Business Clinic Worksop, Product Demo Presentatios, Afternoon Tea Gathering serta IFRA Franchise Award.
(Ism, Laporan: Kurnia Y Rahayu)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya