Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Indeks acuan saham syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) tak sanggup menahan serbuan aksi ambil untung investor. Alhasil, dua indeks saham ditutup di zona merah.
Pelemahan terjadi di tengah kembalinya aksi beli pemodal asing. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menahan aksi jual pemodal jelang penutupan.
Pada penutupan perdagangan BEI, Kamis, 21 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas 0,363 poin (0,21%) ke level 169,872.
ISSI sebetulnya membuka perdagangan di zona hijau dengan menguat ke level 170,700. ISSI bahkan sempat menyentuh level tertinggi 170,884.
Munculnya para pencari untung memaksa laju positif ISSI ini tak bertahan langgeng. ISSI justru terperosok zona merah dengan level terendah di 169,526.
Pelaku pasar mengguyur lantai bursa dengan menggelar aksi jual beli 35,70 miliar saham bernilai Rp 3,95 triliun.
Aksi jual beli ini mengangkat 83 emiten syariah ke zona hijau. Dengan jumlah yang sama, penghuni ISSI lainnya menutup perdagangan dengan melemah dan 69 lainnya stagnan.
Tekanan jual juga tak bisa dibendung saham-saham bluechips syariah. Terseret pelemahan harga saham dari 18 emiten, indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah 2,516 poin (0,36%) ke level 712,282.
Indeks JII sempat menyentuh level tertinggi di 718,567 dan terendah di 710,919.
Saham-saham bluechips syariah penghuni top gainer kali ini adalah INTP yang naik Rp 175, disusul SMGR Rp 50, KLBF Rp 30, CPIN Rp 25, dan INCO Rp 25 per saham.
Di tengah pelemahan dua indeks acuan saham syariah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru bergerak menguat. Sukses menahan serbuan pencari untung, IHSG ditutup menguat 20,459 poin (0,39%) ke level 5.313,208.
Lantai bursa sepanjang hari ini mentransaksikan dana investor hingga Rp 7,46 triliun dengan 57,88 miliar saham yang beralihtangan.
Investor asing yang 10 hari terakhir menggelar aksi jual kini justru berbalik arah. Asing mencetak nett buy sekitar Rp 323,03 miliar.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah akhirnya bergerak menguat. Naiknya outlook peringkat utang Indonesia membuat rupiah menguat 63 poin (0,48%) ke level 13.097 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya