Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream- Bursa saham Indonesia berhasil mempertahankan laju positifnya hingga sesi penutupan. Meski asing tampaknya masih belum tertarik masuk pasar modal Indonesia.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 8 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup 1,663 poin (1,01%) ke level 166,619.
Pelaku pasar sedikit bisa tersenyum setelah 106 emiten menyambut libur akhir pekan di zona positif. Namun, 74 lainnya ditutup melemah dan 58 emiten syariah stagnan.
ISSI menghabiskan seluruh waktu perdagangan di zona hijau. ISSI mencetak level terendah di 165,944 dan tertinggi di 165,956.
Sebanyak 35,73 miliar saham syariah jadi objek jual beli pelaku pasar. Transaksi ini sukses memutar dana investor hingga Rp 3,03 triliun.
Saham-saham bluechips syariah juga tak mau ketinggalan tren penguatan yang melanda pasar modal Indonesia.
Indeks Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan melesat 10,727 poin (1,56%) ke level 696,698.
Aksi beli investor sukses mendorong lebih dari dua pertiga saham bluechips ke zona hijau. Sisanya, 8 emiten bergerak melemah dan 1 lainnya bertahan stagnan.
Saham-saham bluechips syariah yang kemarin tertekan perlambatan ekonomi Indonesia pelan-pelan mulai memudah. Terbukti, indeks JII sempat menyentuh level 700,395 atau tertingginya. JII hanya bertahan di level terendah 691,780.
Emiten bluechips di sektor komoditas menjadi motor penggerak JII. Saham UNTR menjadi top gainer dengan mencetak kenaikan harga Rp 1.125 per saham, disusul INTP Rp 1.050, AALI Rp 750, ITMG Rp 750, dan UNVR Rp 600 per saham.
Secara keseluruhan pasar modal Indonesia menyambut libur akhir pekan dengan hati tenang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 31,727 poin (0,62%) ke level 5.182,213.
IHSG sukses menarik dana investor hingga Rp 4,81 triliun dengan 62,15 miliar saham. Pemodal asing mulai mengurangi aksi jual dengan hanya mencetak nett sell Rp 98 miliar.
Sama dengan dua indeks saham syariah, laju IHSG juga cukup nyaman di zona hijau. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.200,525 dan terendah di 5.175,784.
Kabar baik juga datang dari pasar keuangan. Meski masih tertekan di atas level 13.000 per dolar AS, kurs rupiah sedikit bergerak menguat.
Sore ini rupiah bertengger di level 13.106 per dolar AS atau terapresiasi 40 poin (0,30%).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya