Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Dua indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan dengan nasib berbeda. Senda dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) berhasil menutup sesi perdagangan di zona hijau.
Sebaliknya, saham-saham bluechips syariah tak bisa lepas dari tekanan aksi jual. Alhasil, Jakatya Islamic Index (JII) ditutup melemah.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Senin, 18 Mei 2015, ISSI naik tipis 0,085 poin (0,05%) ke level 169,109.
ISSI bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan awal pekan ini. Memulai sesi di zona merah, ISSI sempat turun ke posisi terendah di 168,501.
Munculnya aksi beli jelang penutupan membuat ISSI se,at menyentuh level tertinggi di 169,374. Sebelum akhirnya ditutup di level 169,109.
Pelaku pasar terlihat aktif berburu saham dari 103 emiten syariah. Namun, aksi beli ini dibayangi pelemahan harga saham dari 81 emiten syariah.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,24 triliun dengan 40,31 miliar saham yang berpindahtangan.
Nasib kurang baik melanda saham-saham bluechips syariah. Dibayangi 14 emiten yang tersungkur ke zona merah, indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun tipis 0,341 poin (0,05%) ke level 708,510.
JII sebetulnya tak sepenuhnya berjalan di zona negatif. Indeks JII sempat menembus zona hijau dengan level tertinggi di 709,618. Namun, turunnya harga saham bluechips syariah favorit memaksa JII jatuh ke zona merah dengan level terendah di 704,873.
Emiten bluechips syariah penghuni daftar saham pencetak harga tertinggi adalah UNVR yang naik Rp 350, ICBP Rp 150, SMGR Rp 75, AKRA dan ASSI masing-masing R 50 per saham.
Para penghuni top gainer ini tak bisa melawan saham-saham bluechips syariah yang justru terkoreksi lebih dalam. Top losser JII dihuni oleh UNTR yang terpangkas Rp 700, ITMG Rp 200, AALI Rp 125, INDF Rp 125, dan INTP Rp 100 per saham.
Sementara itu, IHSG berhasil menembus zona hijau setelah investor kembali memborong saham emiten perbankan. IHSG ditutup menguat 10,715 poin (0,20%) ke level 5.237,811.
Lantai bursa awal pekan ini memperdagangkan 56,85 miliar saham bernilai Rp 5,16 triliun. Aksi jual beli ini diwarnai langkah pemodal asing yang justru menambah porsi saham yang dilepasnya.
Asing mencetak nett sell sekitar Rp 446,97 miliar, lebih dari dua kali lipat dari penutupan akhir pekan lalu.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah masih belum bisa beranjak dari tekanan. Rupiah sore ini bertengger di level 13.144 per dolar AS, melemah 84 poin (0,64%).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya