Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penguatan Rupiah Menjadi Sentimen Positif Bagi IHSG Dan Indeks Syariah. (Foto: Shutterstock)
Dream - Rupiah semakin menunjukan keperkasaannya terhadap dollar AS. Menjauhnya nilai tukar Negeri Paman Sam itu dari level Rp15.000 membuat investor kembali percaya diri melantai di bursa saham.
Tiga indeks acuan saham syariah bahkan menguat sepanjang perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 12 September 2018.
Papan perdagangan BEI mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), melaju 1,038 poin (0,60%) ke level 173,427. ISSI menguat seharian di zona hijau setelah dibuka menghijau di level 173,261. Level tertinggi yang sempat disentuh ISSI berada di 174,194.
Ditopang penguatan harga saham dari 30 emiten unggulannya, indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ditutup menguat 5,697 poin (0,90%) ke level 639,794.
Indeks JII70 menguat 1,887 poin (0,89%) ke level 213,153.
Pelan-pelan IHSG juga bergerak naik dengan menguat signifikan 60,123 poin (1,04%) ke level 5.858,274.
Mayoritas indeks sektoral menguat. Investor lebih doyan bermain saham di sektor infrastruktur, keuangan, dan industri dasar. Ketiga saham ini menguat masing-masing 2,05 persen, 1,77 persen, dan 1,58 persen.
Pelemahan indeks pertanian sebesar 1,05 persen, industri aneka 0,41 persen, dan perdagangan 0,36 persen tertutup oleh kinerja indeks lainnya yang positif.
Harga saham UNVR melesat Rp425, disusul INTP yang naik Rp350, SMGR Rp300, TLKM Rp130, dan ITMG Rp125.
Sebaliknya, harga saham INDF terkoreksi Rp125, LPPF Rp100, ASII Rp50, PTPP Rp30, dan ADRO Rp25.
Pada pukul 16.23, kurs dolar AS terhadap rupiah turun 60 poin (0,40%) ke level Rp14.772 per dolar AS.
Rupiah semakin perkasa sejak perdagangan dibuka. Pada pembukaan, dolar AS melemah di level Rp14.776 per dolar.
Rupiah mencapai posisi tertingginya di Rp14.767 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya