Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Investor Mulai Percaya Kepada Pasar Modal Tanah Air.
Dream - Kepercayaan pelaku pasar pada bursa saham Indonesia perlahan kembali pulih. Selama dua hari berturut-turut, laju indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menguat signifikan.
Mulai jinaknya laju nilai tukar dollar AS dan ampuhnya paket kebijakan pemerintah untuk sementara berhasil menenangkan pelaku pasar.
Penguatan juga dialami tiga indeks acuan saham syariah mengikuti gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali menguat.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Jumat, 7 September 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), naik signifikan 2,669 poin (1,57%) ke level 172,271. Berbeda dengan kemarin, ISSI kali ini menguat seharian setelah dibuka mengaut di level 169,785 dan bertengger di posisi puncak 172,271.
Dengan dukungan 19 emiten unggulan yang bergerak naik sudah cukup bagi indeks bluechips syariah untuk bergerak naik. Jakarta Islamic Index (JII) ditutup dengan penguatan 14,592 poin (2,35%) ke level 636,443.
Indeks JII70 juga ikut menanjak 4,377 poin (2,11%) ke level 211,676.
Sementara IHSG masih terus melaju kencang dengan menguat 75,370 poin (1,30%) ke level 5.851,465.
Aksi beli saham syariah jelang libur akhir pekan ini memang sedikit berkurang. Dengan 159 saham syariah yang ditutup menguat, transaksi perdagangan hingga sesi paska-penutupan perdagangan mencapai Rp3,45 triliun dari 46,98 miliar lembar saham yang berpindah tangan.
Pemodal asing juga mulai sedikit percaya diri dengan laju ekonomi Indonesia. Meski masih melakukan aksi lepas saham, nett sell asing turun signifikan menjadi Rp136 miliar.
Investor lebih suka bermain saham di bidang industri aneka, barang konsumsi, dan manufaktur. Ketiga saham ini menguat masing-masing 4,42 persen, 2,89 persen, dan 2,56 persen.
Pelemahan indeks perdagangan 0,11 persen tak berpengaruh terhadap kinerja perdagangan.
Emiten keping biru syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR dan INTP yang sahamnya melesat Rp2.400 dan Rp1.150. Kenaikan saham ini diikuti oleh ASII yang harga sahamnya Rp375, ICBP Rp200, dan INDF Rp150.
Sebaliknya, bluechips syariah yang melemah dalam terjadi pada emiten TPIA yang terkoreksi Rp130, ITMG Rp50, INDY Rp40, PTBA Rp40, dan INCO Rp30.
Rupiah jelang akhir pekan ini menunjukan performa terbaiknya. Kurs dollar AS bergerak melemah terhadap mata uang nusantara itu sepanjang perdagangan.
Rupiah yang sempat terdepak ke level Rp14.900, akhirnya mulai menjadi dari posisi terendahnya tersebut.
Hingga perdagangan sore ini, kurs rupiah terangkat 49 poin (0,33%) ke level Rp14.870 per dolar AS. Meskipun dibuka di level Rp14.900, rupiah perlahan-lahan menguat dan menyentuh level tertinggi di Rp14.875 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya