Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Duh, Indeks Syariah Malah Melemah Hari Ini. (Foto: Antarafoto)
Dream - Indeks saham Indonesia mengekor arus bursa saham regional yang kompak bergerak melemah. Sentimen negatif juga menghadang dari pasar keuangan kala dollar AS tak juga beranjak dari level Rp14.600.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 30 Agustus 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpeleset 0,916 poin (0,51%) ke level 179,025. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka menguat di level 180,179.
ISSI hanya bisa menyentuh level tertinggi di 180,564 dan sempat terjatuh ke titik terendah di 178,757.
Kondisi yang sama dialami dua indeks keping biru syariah. Dengan lebih dari sepaaruh bluechips syariah yang melemah, indeks Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi 4,441 poin (0,66%) ke level 664,171.
Indeks JII70 juga melemah 1,437 poin (0,64%) ke level 221,485.
Investor lokal cenderung menahan diri untuk melantai di bursa. Mereka melepas sahamnya dan membuat ISSI dipenuhi koreksi harga 149 saham syariah.
Transaksi perdagangan saham syariah juga mulai berkurang baik dari segi volume maupun nilainya. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan tercatat transaksi senilai Rp3,94 triliun dari 51,14 miliar lembar saham.
Di saat investor lokal menjauh dari lantai bursa, pemodal asing justru melakukan aksi beli saham. Nett buy saham syariah mencapai Rp141 miliar.
Hampir semua indeks sektoral memerah. Koreksi tertinggi terjadi pada saham di sektor infrastruktur yang turun 1,55 persen dan industri dasar 1,04 persen.
Penguatan tertinggi terjadi di sektor pertanian sebesar 0,20 persen.
Emiten keping biru syariah pecetak top gainer kali ini adalah ITMG yang harga sahamnya naik Rp700, INDY Rp110, EXCL Rp60, SMGR Rp50, dan KLBF Rp35.
Saham UNTR terkoreksi Rp550, UNVR Rp150, PGAS Rp90, INDF Rp75, dan TLKM Rp70.
Sayang sekali dolar belum beringsut dari posisi Rp14.600. Meskipun demikian, rupiah menguat tipis 30 poin (0,20%) ke level Rp14.615 per dolar AS.

Rupiah bergerak naik turun setelah memerah di level Rp14.644 per dolar AS ketika perdagangan dimulai. Rupiah sempat terpuruk ke level Rp14.652 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya