Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Direktur Bank Muamalat Endy Abdurrahman menilai positif aturan Bank Indonesia, yang melonggarkan kebijakan makroprudensial dengan pengurangan syarat uang muka kredit syariah untuk rumah dan kendaraan.
Hanya saja, menurut Endy, kebijakan itu tidak serta-merta langsung memberikan dampak terhadap peningkatan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) secara signifikan.
" Bank Muamalat akan memanfaatkan aturan itu karena ini peraturan yang baik, tetapi dampak langsung ke (peningkatan) KPR, perasaan saya tidak," ujar Endy di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2015.
Pasalnya, lanjut Endy, kini daya beli masyarakat tengah mengalami penurunan seiring dengan kondisi perekonomian yang terganggu krisis.
" Peraturan ini baik, memberikan kesempatan ke nasabah, tapi pada saat yang sama keadaan ekonomi sedang menurun. Jadi belum bisa mengubah situasi," ujarnya.
" Karena kalau ekonomi melemah yang mengganggu daya beli masyarakat, meski diberi ruang, tapi masih banyak yang mengganggu daya beli masyarakat. Ibarat diskon baju, tetapi orangnya tidak punya uang," tambahnya.
Menurut Endy, dampak dari penurunan uang muka kredit ini bisa terlihat dalam beberapa bulan ke depan. Namun, tentu harus ada syaratnya agar kebijakan ini bisa memberikan efek positif pada perekonomian negara.
" Ya harapannya kondisi ekonominya bisa lebih baik, kalau tidak, maka daya beli masyarakat terus menurun," tandasnya. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya