Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Indeks acuan saham syariah melanjutkan penguatannya ditengah kepastian kebangkrutan Yunani. Namun pelaku pasar masih menanggapi hati-hati sentimen tersebut.
Munculnya aksi beli dari investor di sektor perkebunan menjadi motor penggerak indeks pagi ini.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 1 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali menanjak kenaikan 0,552 poin (0,35%) ke level 158,471.
Sebanyak 21 emiten syariah memulai sesi pemanasan kali ini dari zona hijau. Sisanya, 6 emiten masih tertekan aksi jual investor dan 10 lainnya bertahan stagnan.
Memulai sesi pemanasan, investor mencoba mentransaksikan dana Rp 9,34 miliar dengan 31,65 juta saham beralih pemilik.
Memasuki sesi pembukaan, laju positif ISSI tampaknya belum berkurang. ISSI kali ini menguat 0,658 poin (0,42%) ke level 158,577.
Sentimen positif menguatnya bursa regional juga memberi angin segar bagi saham-saham bluechips syariah.
Menguat 3,073 poin (0,47%), indeks Jakarta Islamic Index (JII) melaju ke level 660.064 di sesi prapembukaan.
Sedari pagi, pelaku pasar sudah mentransaksikan 30,50 juta saham bluechips syariah dengan anggaran Rp 9,14 miliar.
Indeks JII juga kembali naik 3,701 poin (0,56%) ke level 660,692 di sesi pembukaan.
Pasar modal Indonesia di pertengahan pekan ini memang didominasi penguatan. Terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat 13,408 poin (0,27%) ke level 4.924,066 di sesi prapembukaan.
IHSG kembali menanjak 13,550 (0,28%) ke level 4,924,208 di sesi pembukaan.
Lantai bursa pagi ini sudah memutar dana investor sebesar Rp 21,94 miliar dengan 45,05 juta saham menjadi objek perdagangan.
Asing memulai awal Juli dengan nett buy tipis Rp 333 juta.
Dari kawasan regional, bursa saham utama Asia bersikap hati-hati dengan sentimen kebangkrutan Yunani. Dari daratan China, dua indeks saham acuan, Hang Seng dan Shanghai Composite, membuka awal perdagangan di zona merah. Namun kini, kedua indeks tersebut telah bergerak menguat.
Sementara Nikkei dan Strait Times yang dibuka menguat sempat lengser ke zona negatif.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya