Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Disokong bursa regional yang bergerak menguat, indeks bursa saham nasional sukses mencetak rebound. Penguatan terjadi di tengah bayang-bayang kebangkrutan Yunani.
Emiten di sektor industri aneka menjadi motor penggerak laju indeks bursa saham nasional.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 30 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,056 poin (0,67%) ke level 157,919.
ISSI sepanjang hari ini bergerak di dua zona. Dibuka melemah di level 156,816, ISSI sempat beberapa kali masuk zona hijau.
Menyentuh level tertinggi di 158,532, ISSI sempat terpuruk ke level terendah di 156,569.
Pelaku pasar kali ini menggelontorkan dana hingga Rp 4,11 triliun dengan 72,98 miliar saham syariah yang berpindahtangan.
Aksi beli pelaku pasar berhasil mendorong 104 emiten syariah melaju di zona positif. Sebaliknya, 79 emiten syariah masih tertekan aksi jual dan 48 lainnya bertahan stagnan.
Sementara itu, indeks saham bluechips syariah berhasil mempertahankan pembukaan di zona hijaunya.
Sempat tergelincir di awal perdagangan, indeks Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menguat 4,167 poin (0,64%) ke level 656,991.
Meski menguat, penghuni JII justru didominasi saham-saham yang bergerak melemah. Tercatat 14 emiten ditutup melemah dan 11 lainnya berhasil menguat.
Secara umum, bursa saham Indonesia memang sukses mencetak rebound. Menguat 28,080 poin (0,58%), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 4910,658.
Lantai bursa relatif mulai ramai dengan transaksi pelaku pasar. Tercatat Rp 5,92 triliun dana investor mengguyur pasar modal Indonesia.
Investor asing tampaknya memanfaatkan harga saham yang murah dengan nett buy Rp 239,19 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya