Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pesawat Nirawak Jadi Solusi Meningkatkan Panen, Caranya? (Foto: CNN Money)
Dream – Negara-negara Afrika menghabiskan banyak uang untuk mengimpor makanan. Setiap tahunnya, mereka bisa menghabiskan dana sebesar US$35 miliar (Rp475,57 triliun) untuk memasok makanan ke negaranya.
Perusahaan startup punya solusi untuk menekan impor pangan. Mereka mengajak para petani menggunakan pesawak nirawak, drone.
Dilansir dari CNN Money, Rabu 21 Februari 2018, 60 persen masyarakat Afrika hidup di area pedesaaan. Mereka bergantung pada pertanian. Bank Pembangunan Afrika menanamkan dana US$24 miliar (Rp326,1 triliun) selama lebih dari 10 tahun untuk memulai transformasi.
Mendorong produktivitas dan meningkatkan akses pertanian dengan alat-alat modern dan manajemen informasi menjadi sangat penting.
Di sinilah hadir drone untuk pertanian yang disebut Aerobotics.
Pesawat nirawak ini dibuat oleh James Paterson, perusahaan yang baru dirintis untuk memperbaiki beberapa masalah dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Perusahaan yang didirikan oleh Benji Meltzer dan kawan-kawan di Cape Town, Afrika Selatan, mengusung misi membantu petani meningkatkan hasil pertanian dan mengurangi ongkos. Aerobotics berjanji produksi pertanian meningkat 10 persen.
Perusahaan ini menggunakan komputer untuk membuat citra dari satelit, pesawat nirawak, dan telepon seluler serta menyediakan prediksi informasi “ kesehatan” tanaman. Pesawat nirawak ini mengambil foto-foto lapangan dan mengirimkan ke sistem komputer.
“ Seluruh ekosistem masuk ke Aeroview yang terpusat untuk mendapatkan gambaran,” kata Meltzer.
Meltzer mengatakan rekaman satelit ini bertujuan untuk menyoroti tren jangka panjang dan pesawat tak berawak, diterbangkan pada titik-titik tertentu selama musim ini untuk mendapatkan informasi lebih rinci. Aeroview ini akan menganalisis data yang diterima dan menyoroti area yang kinerjanya buruk sehingga petani bisa menyelidikinya. Ini juga bisa mendiagnosis masalah yang disebabkan oleh penyakit, hama, dan kurang air.
Meltzer mengatakan Aerobotics tak hanya beroperasi di Afrika, tetapi juga Amerika Serikat dan Inggris. Dengan hampir 200 klien di seluruh dunia, mereka berencana untuk memperluas tim pengembangan komersial dan perangkat lunak dengan cepat. Dengan begitu, Aeorbotics bisa membantu meningkatkan produksi pertanian lebih banyak.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya