Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Seorang Perajin Sedang Membuat Wayang Kulit. (Foto: Ibusegalatau.com)
Dream - Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games XVIII 2018 pada 18 Agustus hingga 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang. Banyak hal disiapkan, termasuk suvenir.
Salah satu suvenir pesta olah raga se-Asia ini adalah wayang kulit. Seningga para perajin wayang kulit pun bisa menagguk untung dalam ajang ini.
Pasutri perajin wayang kulit di Wonogiri, Jawa Tengah, Retno Lawiyani dan Sujoko, mendapatkan pesanan 65 set wayang mini untuk suvenir para atlet. Satu setnya dihargai sebesar Rp650 ribu.
" Awalnya, seorang vendor datang ke sanggar saya dan menawarkan file dari bentuk kerajinan yang pernah kami buat. Katanya, nanti akan disodorkan ke pusat dan akan ada presentasi serta kompetisi. Kalau lolos, mungkin berlanjut," kata Retno.
Menurut dia, setiap set suvenir terdiri atas empat wayang mini yang dibuat dari kulit kerbau asli. Batang wayang terbuat dari tanduk kerbau. Setiap set ini terdiri atas 1 gunungan dan 3 maskot Asian Games 2018, yaitu Bhin Bhin (cenderawasih), Atung (rusa bawean), dan Ika (badak bercula satu).
" Kami mencoba dulu karena baru pertama kali menerima pesanan semacam ini. Alhamdulillah, melalu beberapa revisi, akhirnya deal dan disetujui panitia pusat. Kemudian, kami mulai dengan target 1 bulan," kata dia.
Dalam proses produksi, Retno dan Sujoko memperhatikan detail dan kesempurnaan pengerjaan. Saking detailnya, orang yang memegang harus tahu itu adalah kulit asli. Untuk mengerjakan suvenir, mereka dibantu 3 orang penatah, 2 penyungging, 3 pencetak, dan 1 pemasang gapit.
Menurut Retno, waktu yang singkat menjadi tantangan. Plus, panitia menginginkan ukuran setiap karakter berbeda-beda. Misalnya, gunungan memiliki lebar 180 mm, tinggi 297 mm, panjang gapit 80 mm, dan lebar bundaran gapit 10 mm.
Retno merasa senang bisa mengikuti acara internasional. Dia berjanji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mengembangkan usaha sekaligus mengangkat nama desanya, Dusun Kepuh Tengah. Sekadar informasi, Dusun Kepuh Tengah ini telah dinobatkan sebagai Kampung Wayang pada November 2014.
" Beliau (panitia) ingin salah satu potensinya yang ada di Indonesia. Salah satu wayang karena sudah diakui UNESCO sebagai warisan nenek moyang yang tidak bernilai. Termasuk juga media kulit kerbau dan 'handuk' kerbau," kata dia.
Sumber: Bisnis UKM.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya