Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pimpinan Hotel Syariah, Rangkayo Basa Sofyan Inn Padang, Sumatera Barat
Dream - Bisnis hotel syariah saat ini kian digandrungi banyak orang. Bukan hanya oleh umat muslim Tanah Air, tetapi juga oleh kalangan non-muslim lokal dan internasional.
Hotel Sofyan merupakan salah satu hotel yang kian fokus mengembangkan bisnis berbasis syariah. Setelah sukses dengan jaringan hotel syariah di Indonesia, dalam waktu dekat pemilik Hotel Sofyan akan mengembangkan bisnis serupa di Jepang.
" Dalam waktu dekat kemungkinan akan mengembangkan hotel syariah di Nagano atau Tokyo. Hal ini salah satunya karena ada kerjasama dengan salah satu mitra yayasan pengembangan asal Jepang," papar pemilik Hotel Sofyan, Riyanto Sofyan saat ditemui di acara Konferensi Pariwisata Syariah, Jakarta.
Meskipun mayoritas warga di Negeri Sakura bukan muslim, pria berkacamata ini menyebut hal itu bukan kendala. Justru menjadi tantangan dan kelebihan hingga bisa menarik minat tamu yang bukan dari kalangan penganut Islam.
" Banyak wisatawan ingin berlibur ke Jepang, namun kendala sulitnya menemukan restoran halal menjadi tantangan tersendiri. Harapan kami dalam waktu dekat setidaknya bisa mengelola satu restoran halal dan hotel syariah di sana," lanjut Riyanto lagi.
Meski sudah memasuki masa penjajakan, Paman dari artis Marshanda ini mengaku tengah memikirkan cara mengelola sumber daya manusia. Jika dibandingkan kebutuhan lain, pengelolaan sumber daya manusia merupakan merupakan salah satu faktor dasar dan menjadi tantangan terbesar.
Diakuinya pengelolaan sumber daya manusia pula yang membuat manajemen hotel syariah terkesan bergerak sedikit lamban dibandingkan hotel konvensional.
" Waktu training untuk level manager saja minimal 6 bulan dan akan dikirim langsung ke Jakarta. Kita siapkan SDM berkualitas untuk bisa mengantisipasi dan mengakomodasi berbagai hal dan tantangan yang nantinya akan ditemui saat bisnis tersebut mulai beroperasi," ucap Riyanto lagi.
Setelah resmi beroperasi, rencananya bisnis serupa juga akan merambah Malaysia. Bedanya, bisnis hotel di Negeri Jiran rencananya akan diintegrasikan dengan rumah sakit berbasis syariah. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya