Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Saham Indonesia
Dream - Aksi beli pelaku pasar membawa bursa saham Indonesia rebound, usai sempat masuk zona merah. Penguatan indeks kali ini terjadi di tengah data-data ekonomi terbaru yang kurang menggembirakan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 18,18 poin (0,37%) ke level 4.912,09, Senin, 2 Juni 2014. Indeks melesat di menit-menit akhir jelang penutupan pedagangan.
Kondisi ini akibat dari sentimen kembali mengalirnya dana asing ke pasar modal Indonesia. Pemodal asing mencetak nett buy cukup signifikan hingga Rp 842,38 miliar.
Melesatnya IHSG di menit terakhir membawa Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melompat masuk zona hijau. ISSI yang sempat membuat khawatir karena berkutat di zona merah, ditutup menguat tipis 0,21 poin (0,14%) ke level 161,3.
Nasib lebih baik dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang telah lebih dahulu bergerak di zona hijau. Indeks JII menguat 2,07 poin (0,32%) ke level 658,9.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini membuat 23,14 miliar lembar saham beralih pemilik. Dari transaksi ini tercipta perputaran uang hingga Rp 3,14 triliun.
Meski secara indeks menguat, namun terjadi pelemahan harga saham pada 123 emiten ISSI. Hanya 73 emiten bergerak menguat sedangkan 46 lainnya memilih stagnan.
" Data ekonomi yang baru direlease tadi pagi, hasilnya jelek terutama karena neraca perdagangan defisit. Sulit untuk mencari sentimen positif kalau neraca perdagangan defisit," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.
Saham-saham bluechips syariah yang bergerak di bidang batubara kembali menjadi penyokong kenaikan indeks ISSI dan JII. Emiten seperti ITMG, UNTR, dan PTBA masing-masing mencetak kenaikan harga saham Rp 1.100, Rp 500, dan Rp 325 per saham.
Top gainer emiten bluechips syariah lainnya adalah UNVR yang menguat Rp 625 dan INTP Rp 250 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya