Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hijab
Dream - Peluang usaha Islami selama ini masih berkutat di bisnis pakaian muslim dan keuangan syariah. Padahal, potensi bisnis halal masih terbuka lebar di sektor lain.
Wakil Presiden Boediono mengatakan perekonomian berbasis syariah kini semakin tak terpisahkan dari percaturan ekonomi global.
" Secara global, industri berbasis nilai-nilai Islam itu telah menjadi industri paling dinamis dibandingkan industri yang lebih mapan seperti perbankan, otomotif, dan lain-lain," kata Boediono dalam pembukaan Konferensi " Islamic Tourism: The Prospects and Challenges" yang digelar Organisasi Kerjasama Islam (OKI) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di Jakarta, Senin, 2 Juni 2014.
Dari pengamatan pemerintah, setidaknya adalah tujuh sektor bisnis syariah yang memiliki prospek cerah dan menguntungkan. Selain fesyen, keuangan dan asuransi syariah, bisnis Islami lain yang perlu digarap adalah kuliner, kosmetik, farmasi, hiburan, dan pariwisata.
Boediono menilai, negara-negara anggota OKI tidak sekadar pasif tetapi harus lebih aktif merancang pengembangan bisnis syariah di masa mendatang.
Khusus untuk pariwisata syariah, Indonesia paling tidak sudah menetapkan standar hotel dan syariah sejak tahun lalu. Boediono pun tanpa sungkan mempersilahkan negara muslim anggota OKI untuk menjalin kerjasama atau adopsi program serupa.
" Indonesia siap berbagi pengalaman, dan terbuka menjajaki kerja sama dengan anggota OKI dalam bidang pengembangan pariwisata syariah," kata Boediono seperti dikutip dari laman Merdeka.com.
Konferensi di Jakarta ini merupakan lanjutan dari pertemuan tingkat menteri pariwisata di Gambia, Desember tahun lalu. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu berharap konferensi kali ini bisa mempertajam standar-standar ekonomi syariah.
Indonesia, sementara ini, sudah mengimplementasikan standar untuk hotel, restoran, dan spa agar sesuai kepentingan umat muslim. Ini disokong sembilan daerah yang menjadi pelopor wisata Islami.
" Dalam pertemuan OKI ini, semoga kita bisa berbincang, bagaimana kita bisa terus mengembangkan standar dan nilai-nilai wajib dimiliki bisnis syariah," kata Mari.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya