Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Bursa saham nasional sempat melanjutkan sesi penguatan pada pembukaan perdagangan Selasa, 3 Juni 2014. Namun, defisit neraca perdagangan kembali menumbangkan kenaikan yang terjadi.
Pada sesi pembukaan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 7,95 ke level 4.920,04. Namun kurang dari sejam, indeks langsung bergerak dalam tren menurun dan masuk zona merah.
" Sentimen positif dari bursa regional ini seperti masih terlalu ringan dibandingkan dengan sentimen negatif yang ada dari dalam negeri," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya.
Pergerakan fluktuatif juga dialami indeks saham syariah. Dibuka menguat di level 161,61, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tak kuasa menahan serbuan sentimen negatif. ISSI pun masuk ke zona merah dan sempat menembus level 160,71.
Kondisi serupa dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks JII hingga perdagangan pukul 09.53 WIB masih berkutat di zona merah di level 657,73.
Di sesi awal perdagangan ini, sebanyak 5,84 miliar saham syariah telah beralih pemilik. Transaksi jual beli saham tercatat mencapai Rp 897,43 miliar.
Pemodal asing di sesi pagi ini masih membukukan nett buy hingga Rp 36,43 miliar.
Satrio menjelaskan, besarnya sentimen negatif terutama akibat dari angka defisit neraca perdagangan sebesar US$ 1,96 miliar yang diumumkan kemarin. Angka ini di luar perkiraan konsensus yang memperkirakan neraca perdagangan masih tetap surplus.
Pada pergerakan kemarin, IHSG memang ditutup dengan kenaikan, tapi itu lebih disebabkan oleh teknikal rebound yang terjadi akibat koreksi terlalu dalam yang terjadi pada hari Jumat.
" IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak bervariasi pada kisaran 4865 - 4926. Rebound yang terjadi kemarin, sebenarnya belum memberikan sinyal positif karena posisi penutupan IHSG masih di bawah kisaran resisten 4913 - 4926," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya