Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Defisit Perdagangan Buat Cemas, Indeks Syariah Dibuka Menguat

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 3 Juni 2014 10:01
Defisit Perdagangan Buat Cemas, Indeks Syariah Dibuka Menguat
Bursa saham Indonesia memang dibuka menguat pada sesi pembukaan. Namun sentimen defisit neraca perdagangan membawa indeks dalam tekanan.

Dream - Bursa saham nasional sempat melanjutkan sesi penguatan pada pembukaan perdagangan Selasa, 3 Juni 2014. Namun, defisit neraca perdagangan kembali menumbangkan kenaikan yang terjadi.

Pada sesi pembukaan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 7,95 ke level 4.920,04. Namun kurang dari sejam, indeks langsung bergerak dalam tren menurun dan masuk zona merah.

" Sentimen positif dari bursa regional ini seperti masih terlalu ringan dibandingkan dengan sentimen negatif yang ada dari dalam negeri," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya.

Pergerakan fluktuatif juga dialami indeks saham syariah. Dibuka menguat di level 161,61, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tak kuasa menahan serbuan sentimen negatif. ISSI pun masuk ke zona merah dan sempat menembus level 160,71.

Kondisi serupa dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks JII hingga perdagangan pukul 09.53 WIB masih berkutat di zona merah di level 657,73.

Di sesi awal perdagangan ini, sebanyak 5,84 miliar saham syariah telah beralih pemilik. Transaksi jual beli saham tercatat mencapai Rp 897,43 miliar.

Pemodal asing di sesi pagi ini masih membukukan nett buy hingga Rp 36,43 miliar.

Satrio menjelaskan, besarnya sentimen negatif terutama akibat dari angka defisit neraca perdagangan sebesar US$ 1,96 miliar yang diumumkan kemarin. Angka ini di luar perkiraan konsensus yang memperkirakan neraca perdagangan masih tetap surplus.

Pada pergerakan kemarin, IHSG memang ditutup dengan kenaikan, tapi itu lebih disebabkan oleh teknikal rebound yang terjadi akibat koreksi terlalu dalam yang terjadi pada hari Jumat.

" IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak bervariasi pada kisaran 4865 - 4926. Rebound yang terjadi kemarin, sebenarnya belum memberikan sinyal positif karena posisi penutupan IHSG masih di bawah kisaran resisten 4913 - 4926," katanya. 

Beri Komentar