Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Elon Musk mengatakan, proyek luar angkasanya, yakni membangun lebih dari 1.000 SpaceX Starship, bertujuan untuk mengangkut umat manusia pergi ke Mars.
Menurut Business Insider, CEO Tesla ini mengatakan bahwa kehidupan multiplanet yang direncanakannya akan membantu menambah cadangan ekosistem di Bumi.
Selain manusia, kata dia, tidak ada spesies lain yang dapat membawa kehidupan ke Mars.
Musk menjelaskan model Starship-nya akan menjadi " Bahtera Nuh modern" , yang dapat menyelamatkan kehidupan dari bencana di Bumi.
" Membuat kehidupan multiplanet berarti memperluas cakupan dan skala kesadaran. Ini juga memungkinkan kita untuk membuat cadangan biosfer, melindungi semua kehidupan seperti yang kita ketahui dari bencana di Bumi," tulisnya melalui akun Twitter @elonmusk.
SpaceX memang sedang mengembangkan Starship untuk membawa umat manusia dan berbagai macam barang ke Mars, dan juga bulan.
Kendaraan ini terdiri dari dua elemen, yakni booster tahap pertama yang disebut Super Heavy dan pesawat ruang angkasa tingkat atas yang dikenal sebagai Starship.
Baik Starship maupun Super Heavy, keduanya dirancang untuk sepenuhnya dapat digunakan kembali dengan cepat, dan keduanya akan ditenagai oleh mesin Raptor baru SpaceX, 33 untuk Super Heavy dan enam untuk Starship.
Namun, proyek Starship tersebut rupanya belum diberi sinyal hijau oleh Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA).
Pekan lalu, FAA telah meninjau proyek Starship tersebut. Namun, tinjauan tersebut harus ditunda hingga 13 Juni mendatang.
Sementara itu, SpaceX telah melakukan sejumlah rangkaian uji penerbangan di Texas Selatan. Rencananya, untuk meluncurkan misi uji orbital pertama, sistem Starship memerlukan persetujuan dari FAA dan sejumlah badan pengatur lainnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya