Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah kembali ke jalur hijau. Respon positif pelaku pasar terhadap kebijakan baru pemerintah memicu munculnya aksi beli saham.
Kurs rupiah yang sempat melemah di awal pembukaan juga perlahan-lahan memperbaiki posisinya.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 3 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,766 poin (1,27%) ke level 140,955.
Meski sempat melemah, laju indeks saham bluechips syariah juga berhasil ditutup di zona hijau. Naik 8,233 poin (1,41%), Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan di level 590,890.
Berbeda dengan JII, ISSI jusru menghabiskan seluruh waktu perdagangan di zona positif. Level tertinggi ISSI dicetak di posisi 141,168 dan terendah 139,340.
Sebanyak 134 emiten syariah menutup perdagangan di zona positif. Sebanyak 21 emiten syariah berasal dari daftar saham bluechips syariah.
Transaksi jual beli saham syariah kali ini mencapai Rp 2,42 triliun dengan 34,63 miliar saham yang berpindahtangan.
Emiten kelompok Astra dan pelat merah menghuni daftar pengisi top gainer JII. UNTR memimpin puncak top gainer dengan menguat Rp 1.675 per saham.
Disusul PTPP yang naik Rp 260, SMGR Rp 200, ASII Rp 175, dan WIKA Rp 160 per saham.
Sebaliknya, LPPF menjadi emiten dengan penurunan harga terdalam sebesar Rp 200 per saham. Diikuti ICBP Rp 75, MPPA RP 60, AKRA R 50, dan INTP Rp 25 per saham.
Bursa saham Indonesia hari ini memang bergerak menguat. Dipimpin emiten sektor industri aneka dan properti, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 31,818 poin (0,72%) ke level 4.433,111.
Meski menguat, lantai bursa relatif sepi dari transaksi. Dengan 44,16 miliar saham yang berpindahtangan, pasar modal Indonesia sukses meraup dana Rp 3,59 triliun.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah terhadap dollar AS berhasil menjauh dari level 14.200. Naik 5 poin (0,04%), kurs rupiah saat ini bertengger di level 14.137 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya