Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gaji Yang Terlalu Tinggi Membuat CEO Terancam Lengser.
Dream – Gaji seorang bos perusahaan di Malaysia menggegerkan publik. Bagaimana tidak. Pria yang menjabat posisi CEO di perusahaan itu mendapat penghasilan 71,92 juta ringgit Malaysia, atau sekitar Rp255, 73 miliar per tahun.
Penghasilan itu membuat para pemilik modal gerah. Mereka berusaha untuk mendongkel posisi pria tersebut dari jabatannya.
Dilansir dari World of Buzz, Kamis 19 Juli 2018, CEO bergaji tinggi itu bernama Tan Sri Sharil Shamsuddin. Dia adalah CEO Sapura Energy Bhd, sebuah perusahaan terbesar di Malaysia.
Menurut laporan keuangan perseroan tahun lalu, Shahril menerima gaji sebesar 71,92 juta ringgit atau Rp255,73 miliar setahun. Rata-rata per harinya, Shahril menerima pendapatan 200 ribu ringgit atau Rp711,18 juta.
Penghasilannya sebagai CEO ternyata setara dengan 1,22 persen dari total pendapatan Sapura Energy pada 2017 yang mencapai 5,89 miliar ringgit atau Rp20,94 triliun.
Tingginya penghasilan yang diterima Shahril ternyata membuta investor berusaha melengserkannya dari jabatan CEO. Salah satunya muncul dari investor institusional perusahaan, Employee’s Provident Fund (EPF).
Namun upaya itu tampaknya tak berhasil. Shahril tetap berada di posisinya dan menikmati gaji ratusan juta rupiah per hari karena mendapatkan 82 persen suara di perusahaan pada RUPS 18 Juli 2018.
Shahril juga tercatat sebagai salah satu pemegang saham Sapura Energy dengan kepemilikan mencapai 17,44 persen.
(Sah)
© Dream
Gaji yang diterima Shahril ini menimbulkan rasa ketidaksukaan. Investor institusional bersama Minority Shareholder Watchdog Group (MSWG), menganggap gaji CEO berlebihan. General Manager MSWG, Lya Rahman, mengatakan paket pembayaran untuk CEO ini terlalu banyak dan terjadi selama bertahun-tahun.
“ Ini pertama kalinya Instutional Investor Council telah mengambil keputusan kolektif untuk melawan pemilihan kembali direksi,” kata Lya.
Tak hanya gaji, Shahril juga mendapatkan insentif lainnya, misalnya bonus 55 juta ringgit (Rp195,57 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya