Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Seorang Karyawan Sedang Bekerja Di Kantor. (Foto: Shutterstock/ilustrasi)
Dream – Biasanya orang-orang memiliki hari kerja lima kali seminggu. Tapi, tidak di sini. Ada perusahaan yang menerapkan sistem kerja empat hari seminggu.
Dilansir dari World of Buzz, Kamis 19 Juli 2018, perusahaan wali amanat di New Zealand, Perpetual Guardian, melakukan uji coba untuk menerapkan hari kerja empat kali seminggu selama enam minggu.
Perusahaan ini ingin mengetahui dampaknya. Uji coba ini berlangsung dari Maret 2018 menjadi pertengahan April 2018.
Selama masa percobaan ini, karyawan tetap dibayar lima hari kerja dalam seminggu. Produktivitas dan kinerjanya direkam untuk dianalisis untuk mengetahui apakah kebijakan ini bisa diterapkan di masa depan.
Kepala SDM Perpetual Guardian, Christine Brotherton, mengatakan karyawan dan perusahaan bekerja selama empat hari kerja, sama kerasnya dengan lima hari kerja.
Karyawan juga akan menggunakan hari ketiga bekerja untuk berpikir kegiatan apa saja yang akan dilakukan ketika akhir pekan yang panjang. Orang-orang telah bekerja keras tentang hari ketiga dan bagaimana cara terbaik untuk mengubah hidup mereka.
“ Orang-orang berlatih lari marathon, pergi ke dokter gigi, servis mobil, atau belanja untuk orang tua,” kata Christine.
Dia menekankan karyawan seharusnya lebih fokus dan berkomitmen penuh bekerja selama empat hari. Sayangnya, ada beberapa orang yang gagal menyadarinya.
Karyawan perusahaan, Kirsten Taylor, mengaku lebih produktif di rumah, misalnya memotong rumput, menyiangi kebun, membersihkan jendela, dan mencuci pakaian dalam sehari. Taylor juga mengatakan suasana kerjanya di kantor juga lebih positif. Kantor juga menjadi lebih tenang.
CEO Perpetual Guardian, Andrew Barnes, mengatakan percobaan ini telah menghasilkan beberapa data yang menarik dan ada dua universitas terkemuka di Selandia Baru yang menganalisisnya.
Sementara waktu, banyak staf memuji inisiatif ini, sedangkan ada beberapa orang yang mengeluh tak punya cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaan. (ism)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan