6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Citilink Menargetkan Bisa Mengangkut 1,6 Juta Penumpang Tahun Ini.
Dream – Citilink Indonesia menargetkan 16 juta penumpang pada tahun ini. Hingga paruh pertama kemarin, maskapai penerbangan berbiaya murah ini sudah mengangkut lebih dari separuh target tersebut.
“ Mudah-mudahan tercapai,” kata Vice President Sales and Distribution Citilink Indonesia, Agus Dewanta di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu 18 Juli 2018.
Menurut Agus, sampai akhir Juni 2018, Citilink dengan mengangkut sekitar 9 juta penumpang atau rata-rata per bulan sebanyak 1,3 juta penumpang. Pencapaian tersebut diakuinya cukup mengesankan.
“ Kami produksi seat 1,5 juta per bulan dengan rata-rata tingkat isian 1,3 juta dengan hampir 90 persen tiap hari. Benefit value terus semakin banyak,” kata Agus.
Untuk tetap memberikan layanan terbaiknya, anak usaha Garuda Indonesia Tbk ini menghadirkan tiket yang menyediakan asuransi keterlambatan (delay) yaitu green zone dan regular zone.
Dengan produk asuransi ini, penumpang akan mendapatkan uang ganti rugi sebesar Rp250 ribu jika pesawat delay.
Founder Pasarpolis, Cleosent Randing, mengatakan, penumpang otomatis akan mendapatkan e-mail dan SMS berisi link untuk mengisi nomor rekening jika mengalami keterlambatan penerbangan. Nantinya uang tersebut akan langsung dikirim.
“ Ini akan connect pada saat pesawatnya delay. Dalam satu hari ini, langsung ditransfer,” kata Randing.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
