Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Viral Anak Autis Tak Boleh Terbang.
Dream – Seorang penumpang pesawat menumpahkan kekesalannya saat mengajak putrinya yang mengidap autisme terbang menggunakan maskapai penerbangan berbiaya murah, Citilink, Dalam unggahannya di Instagram, ibu bernama Anna Hermawan itu menyatakan kekecewaannya karena anaknya batal terbang.
" Yang buat kami sedih, kenapa harus di bedakan penumpang normal dengan autis??," tulis pemilik akun @annahermawan, itu dalam unggahannya.
Anna memastikan, sang anak bukan kali ini saja terbang menggunakan pesawat terbang. Selama ini, Anna menegaskan putrinya tak pernah bermasalah saat akan terbang.
" Selama ini anak kami selalu tenang kalau di pesawat," ujarnya.
Menurut Anna, satu hal yang membuatnya kecewa adalah perlakuan dari para petugas Citilink di Bandara. Dia menduga putrinya menjadi gelisah karena banyak orang yang mengawalnya ke ruang pemeriksaan.
Tanggapan Citilink
Mendengar keluhan penumpang tersebut, manajemen Citilink menyayangkan terjadinya kejadian tersebut.
“ Kami menyayangkan kejadian ini, mengingat ibu Anna dan keluarga merupakan penumpang reguler yang sering melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat Citilink Indonesia,” kata Vice President Corporate Secretary Citilink, Ranty Astari Rahman, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 11 Juni 2018.
Ranty mengatakan penumpang tersebut tidak menghadapi masalah kala akan melakukan check-in di Bandara Adisucipto, Yogyakarta. Saat tiba, sang anak memang tidak menunjukan tanda-tanda yang perlu dikhawatirkan dalam penerbangan.
Namun, pengelola maskapai penerbangan menerima laporan jika anak penumpang tersebut sedang dalam kondisi kurang sehat, gelisah, dan tidak tenang. Tak hanya itu, sang anak juga mulai bersuara dengan nada tinggi ketika hendak boarding pesawat.
Alhasil, pihak Citilink memeriksa kesehatan sang anak dengan menggandeng penyelenggara kesehatan bandara.
“ Ini tidak hanya semata keselamatan penerbangan tapi kami juga menaruh perhatian agar ibu Anna dan keluarga dapat merasa aman dan nyaman selama perjalanan, setelah lebih tenang dapat melanjutkan perjalanan keesokan harinya,” kata dia.
Menurut Ranty, pihak manajemen Citilink Indonesia sudah sigap membantu ibu Anna beserta keluarganya dengan berkomunikasi secara intensif. Perusahaan juga segera membantu yang bersangutan untuk menjadwalkan penerbangan pada hari selanjutnya.
Seluruh masalah dengan penumpang tersebut, lanjut Ranty, sebetulnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan pada saat itu juga. Pihak penumpang juga menerima penjelasan Citilink Indonesia yang memfasilitasi untuk dapat terbang keesokan harinya.
Maskapai ini meminta maaf kepada keluarga Bu Anna terkait insiden larangan anak autis untuk terbang.
“ Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami atas kejadian ini,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya