7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Saham Facebook Anjlok 5 Persen Gara-gara Down Dan Ada Tudingan Kepada Perseroan. (foto: Shutterstock)
Dream – Matinya akses platform Facebook selama enam jam membuat saham perusahaan milik ark Zucerberg ini ikut terhempas 5 persen. Tumbangnya Facebook pada Senin, 4 Oktober 2021 malam waktu Indonesia disebut sebagai yang terburuk dalam 13 tahun terakhir.
Turunnya saham raksasa teknologi itu juga disebutkan oleh tayangan “ 60 Minutes” yang menuding perusahaan mengkhianati demokrasi.
Dikutip dari CNBC, Selasa 5 Oktober 2021, saham Facebook turun 4,9 persen ke US$326,23. Indeks Nasdaq merosot 2 persen pada perdagangan Senin 4 Oktober 2021. Penurunan tajam ini disebabkan oleh saham-saham platform media sosial seperti Twitter, Snap, dan Pinterest yang juga ikut terguling lebih dari 5 persen.
Sekadar informasi, layanan Facebook, Instagram, dan WhatsApp sempat padam selama beberapa jam. Hal ini menggegerkan pengguna, bahkan sempat menjadi trending topic di Twitter. Bahkan, platform-platform ini masih offline saat perdagangan ditutup.
“ Kami menyadari sebagian orang mengalami masalah saat mengakses produk dan aplikasi kami,” cuit perusahaan.
Facebook mengatakan pihaknya sedang berupaya menormalkan kembali layanan dan meminta maaf kepada pengguna yang terdampak.
“ Kami bekerja secepat mungkin untuk menormalkan kembali layanan. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” tulis perusahaan.
Rupanya, kejadian shutdown ini bukan pertama kali terjadi. Pada 2008, sebuah bug membuat layanan Facebook padam seharian.
Layanan Facebook yang tidak dapat diakses ini berdampak kepada 80 juta pengguna. Kini, perusahaan rintisan Mark Zuckerberg punya 3 miliar pengguna.
Tudingan negatif turut memperparah apa yang dialami Facebook saat ini. Dalam sebuah wawancara, seorang bernama Frances Haugen, mengungkapkan dirinya menjadi whistleblower yang memberikan “ kunci” dokumen perusahaan kepada Wall Street Journal. Media itu menggunakan informasi yang diberikan untuk menjadi sebuah laporan berjudul “ The Facebook Files”.
Haugen merupakan mantan product manager di Facebook. Dia bekerja di divisi misinformasi sipil. Haugen meninggalkan Facebook pada Mei 2021 dan membuat salinan dokumen-dokumen internal sebelum berhenti bekerja di sana.
Haugen menuding Facebook lebih memprioritaskan keuntungan perseroan di atas keamanan publik dan membahayakan nyawa orang.
Dream – Facebook, WhatsApp dan Instagram, sempat down pada Senin malam, 4 Oktober 2021. Meski begitu, belum diketahui secara jelas, apa penyebab ketiga platform tersebut tidak bisa diakses secara bersamaan.
Pihak Facebook pun sudah mencoba memperbaiki seluruh layanannya. Butuh waktu enam jam hingga Facebook dapat diakses kembali pada Selasa, 5 Oktober 2021.
Dilansir dari entrepreneur.com meski hanya beberapa jam saja, kekayaan Mark Zuckerberg langsung turun hingga Rp99,8 trililun.
Bahkan menurut Bloomberg Billionaires Index, tumbangnya ketiga paltform tersebut menyebabkan posisi Mark Zuckerberg turun menjadi peringkat keenam dari daftar orang terkaya didunia.

Menurut laporan dari DownDetector, masalah ketiga platiform ini terjadi di berbagai negara Eropa, Asia, Amerika Latin hingga Amerika Utara. Hal ini pun langsung menjadi pembicaraan warganet di seluruh dunia hingga jadi trending topik di Twitter.
Pihak Facebook pun sebelumnya telah mengungkapkan permohonan maafnya kepada para pengguna akibat masalah yang terjadi.
“ Kami menyadari bahwa beberapa orang mengalami kesulitan mengakses aplikasi dan produk kami. Kami sedang berupaya agar semuanya kembali normal secepat mungkin, dan kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” dikutip dari akun Twitter, Facebook.
Kini layanan Facebook, WhatsApp dan Instagram sudah mulai dapat diakses kembali.
" Kepada komunitas besar orang dan bisnis di seluruh dunia yang bergantung pada kami: kami minta maaf. Kami telah bekerja keras untuk memulihkan akses ke aplikasi dan layanan kami dan dengan senang hati melaporkan bahwa mereka telah kembali online sekarang. Terima kasih telah mendukung kami," kata Facebook.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?