Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pesawat Bombardier1000 Milik Garuda Indonesia (youtube)
Dream - Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan sebentar lagi bakal disinggahi pesawat-pesawat dari maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia. Hal ini bisa terlakasa setelah adanya kerjasama antara Garuda Indonesia dengan Pelita Air.
Bandara Pondok Cabe selama ini merupakan jaringan yang dimiliki atau dikelola oleh Pelita Air.
Mengutip keterangan pers Garuda Indonesia, Kamis, 29 Oktober 2015, penandatangan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding-MoU) tersebut telah dilakukan Direktur Teknik & Teknologi Informasi Garuda Indonesia Iwan Joeniarto dan Direktur Utama Pelita Air Dani Adriananta.
Selain soal pengembangan jaringan penerbangan melalui Bandara yang dikelola Pelita, MoU tersebut juga mengkaji kerjasama penerbangan charter dengan menggunakan pesawat berbadan kecil seperti ATR 72-600 dan Bombardier CRJ1000.
Pesawat-pesawat itu memang disiapkan untuk melayani rute penerbangan domestik yang dilayani Garuda khususnya di wilayah timur Indonesia.
" Kerjasama yang saat ini kami laksanakan bersama Pelita Air, kami harapkan dapat semakin menunjang upaya pengembangan jaringan penerbangan untuk pesawat jenis propeller," kata Direktur Teknik & Teknologi Informasi Garuda Indonesia Iwan Joeniarto.
Dengan kerjasama ini, Iwan berharap bisa memaksimalkan base operational Bandara Pondok Cabe untuk rute-rute penerbangan jarak pendek di wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan waktu penerbangan dibawah dua jam.
Sementara itu, Direktur Utama Pelita Air Dani Adriananta mengatakan bahwa kerjasama yang saat ini tengah dijajaki bersama Garuda Indonesia diharapkan dapat semakin memperluas ekspansi bisnis Garuda Indonesia dan juga meningkatkan kualitas layanan dari Pelita Air.
Garuda Indonesia memiliki lebih dari 30 destinasi penerbangan yang dilayani oleh pesawat jenis ATR72-600. Perusahaan kembali akan mendatangkan sembilan ATR 72-600.
Hingga akhir 2015, Garuda Indonesia Group akan mengoperasikan 187 pesawat (143 pesawat Garuda Indonesia dan 44 pesawat Citilink), dengan rata-rata usia sebesar 4,3 tahun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya