BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Pembukaan ISEF 2015 (Dream/ Eko Huda S)
Dream - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, merasa bangga wilayahnya digunakan sebagai tempat penyelenggaraan Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF) 2015. Tahun ini merupakan kali ke dua Jatim dipilih sebagai tuan rumah.
" Mengapa Jatim dipilih sebagai tempat ISEF untuk ke dua kalinya?" tanya Soekarwo saat memberi sambutan dalam pembukaan ISEF di Lapangan Makodam V Brawijaya, Surabaya, Rabu 28 Oktober 2015.
Soekarwo diam sejenak. Di atas podium, di panggung megah itu, sang gubernur membiarkan ribuan orang yang hadir menerka-nerka. Sesaat kemudian, dia kembali bersuara.
" Yang bawa pulpen catat ya," pria berkumis tebal ini masih berteka-teki.
Menurut Soekarwo, penunjukan Jatim sebagai tuan rumah ISEF dua kali berturut-turut tak lepas dari komposisi penduduk wilayah timur Pulau Jawa ini. Berdasarkan sensus, 97,81 persen penduduk Jatim merupakan pemeluk Islam.
" Itu sensus 2010 tren 2014. Artinya, Jawa Timur ini adalah provinsi santri," kata dia.
Tak hanya jumlah penduduk muslim. Jatim dipilih sebagai tempat penyelenggaraan ISEF karena berbagai prestasi di bidang perekonomian, khususnya ekonomi syariah.
Soekarwo mengklaim Jatim berhasil memfasilitasi pengembangan ekonomi pesantren. " Jatim juga tengah mengupayakan sertifikasi hotel syariah."
Dia berharap, ISEF yang sudah dua kali diselenggarakan di Jatim bisa membawa dampak baik terhadap perekonomian masyarakat. Tahun depan, tambah dia, agenda ini harus diselenggarakan lebih besar dan implementatif.
" Setuju apa setuju?" tanya Soekarwo. " Setujuuuu," ribuan warga menjawab serempak. " Nah setuju. Dalam Islam, diam tandanya setuju, apalagi banyak yang bilang setuju," timpal sang gubernur.
" Kita tunggu tahun depan, kita siap dijadikan pilot project ekonomi syariah," ujar Soekarwo.
Sementara, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, berharap ke depan Jatim, khususnya Surabaya, menjadi ikon ekonomi syariah. " Kita harapkan Surabaya menjadi ikon ekonomi syariah nasional dan dunia."
Pembukaan

Pembukaan ISEF 2015 dihadiri oleh sejumlah pejabat. Antara lain Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro; Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara; dan juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Solahudin Wahid alias Gus Solah.
Agenda ini dibuka oleh Bambang Brodjonegoro. Ditandai penabuhan bedug oleh Soekarwo, Bambang, dan Mirza.
Selain pejabat, acara pembukaan ISEF 2015 juga dihadiri oleh ribuan Shekher Mania, julukan pecinta Habib Syekh Assegaf, yang memimpin salawat dalam acara pembukaan ini.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
