Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi
Dream - Perbankan syariah Indonesia terus tertinggal dari Malaysia. Alih-alih menyaingi negeri jiran itu, aset perbankan syariah di Indonesia –yang notabene sebagai negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia– tahun ini malah susut jika dibanding dengan tahun sebelumnya.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagaimana dikutip laman The Straits Times, menunjukkan aset perbankan syariah Indonesia menyusut 27 persen, menjadi Rp 200 triliun, pada delapan bulan pertama tahun ini. Sementara, pada periode sama, aset bank syariah Malaysia melonjak 13,7 persen, menjadi Rp 2.981,5 triliun.
Pemerintah Indonesia disebut kalah agresif jika dibanding dengan Malaysia. Negeri bekas jajahan Inggris itu dinilai banyak memberikan insentif bagi pelaku bisnis sektor syariah. Jumat pekan lalu misalnya, pemerintah Malaysia kembali mengumumkan pemberian keringanan pajak untuk penerbitan sukuk atau obligasi syariah.
Ditemui usai acara ‘Edukasi Keuangan Syariah untuk Pengusaha’ di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tmur di Surabaya, Rabu 28 Oktober 2015, pakar ekonomi syariah, Syafi’i Antonio, juga menilai pemerintah Indonesia masih kalah agresif jika dibanding negara lain.
“ Kita tidak punya insentif khusus dari pemerintah. Bila kita bandingkan dengan Dubai, Bahrain, apalagi dengan Malaysia,” kata dia.
Pemerintah Malaysia, tambah Antonio, sangat serius menggarap ekonomi syariah. Mereka memberikan insentif pajak kepada para pelaku bisnis syariah. Jadi, para pelaku bisnis syariah, membayar pajak yang lebih ringan. “ Dengan adanya insentif ini, dia bisa ada suatu akselerasi,” ujar Antonio. Baca Juga: Lima Jurus Jitu Bikin Perbankan Syariah Berjaya Mesin ATM Masa Depan, Dari Nirkartu sampai Retina Kini, Pelajar Mulai Tertarik Jadi Nasabah Bank Syariah Buku `Primbon` Perbankan Syariah Indonesia Diluncurkan Jokowi Bawa Investasi AS untuk Bank Syariah RI Begini Kondisi Perbankan Syariah RI di Tengah Tahun 2015 Kabar Baik! Perizinan Produk Syariah Dipangkas 15 Bank Syariah Paling Pandai Cari Uang di Dunia Risiko Macet Tinggi, BNI Syariah Rem Pembiayaan Mikro Laba BNI Syariah Melonjak 50,7% `Angka Keramat` Bank Syariah di 2016 Masih Belum Hilang Ekonomi 2016 Membaik, BNI Syariah Cuma Pasang Target Moderat
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya