Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo (BI)
Dream - Bank Indonesia (BI) yakin pengembangan ekonomi syariah bisa memperkuat perekonomian nasional. Ekonomi Islam yang berbasis komunitas dipercaya mampu bertahan dari segala krisis.
“ Kenapa zaman Nabi yang berkembang komunitasnya di sekitar masjid? Model ini yang bagus dikembangkan untuk menangkal penetrasi yang ada,” kata Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo di Surabaya, Rabu 28 Oktober 2015.
Ke depan, tambah dia, investor asing tak hanya membawa perusahaan besar ke Indonesia. Seiring dengan liberalisasi ekonomi, para investor akan membawa serta perusahaan berskala kecil dan menengah atau UKM dari negara mereka.
“ Jepang mulai bawa UKM mereka. Ini tren baru yang akan kita hadapi,” ujar Perry, saat membuka acara `Edukasi Keuangan Syariah untuk Pengusaha` di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur di Surabaya.
Tren itu mengkhawatirkan. Sehingga, harus dicari strategi untuk memperkuat perekonomian dalam negeri, salah satunya memperkuan usaha kecil dan menengah melalui perekonomian syariah. “ Pengembangan keuangan syariah pas untuk SME-SME (small medium enterprise).”
Oleh sebab itu, BI mengajak semua pihak untuk mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia. Setidaknya, BI memiliki 4 tawaran untuk pengembangan ekonomi syariah di tanah air.
Langkah pertama adalah regulasi dan kebijakan yang mendukung keuangan dan ekonomi syariah. Kedua, peningkatan pengetahuan mengenai ekonomi dan keuangan syariah bagi perbankan, pelaku usaha, dan sektor keuangan.
Ketiga, penyediaan model-model pembiayan ekonomi dan keuangan syariah. Keempat, penyelenggaraan inisiatif-inisiatif internasional, seperti core principles zakat dan wakaf yang akan diluncurkan tahun ini.
“ Wajar jika ekonomi syariah harus berkembang di Indonesia. Sehingga kita harus lakukan langkah kolektif untuk dukung ekonomi syariah jadi pilar di Indonesia dan juga dunia,” kata Perry. (Ism) Baca Juga: Ini Sebab Bank Syariah Indonesia Selalu Kalah dari Malaysia Lima Jurus Jitu Bikin Perbankan Syariah Berjaya Mesin ATM Masa Depan, Dari Nirkartu sampai Retina Kini, Pelajar Mulai Tertarik Jadi Nasabah Bank Syariah Buku `Primbon` Perbankan Syariah Indonesia Diluncurkan Jokowi Bawa Investasi AS untuk Bank Syariah RI Begini Kondisi Perbankan Syariah RI di Tengah Tahun 2015 Kabar Baik! Perizinan Produk Syariah Dipangkas 15 Bank Syariah Paling Pandai Cari Uang di Dunia Risiko Macet Tinggi, BNI Syariah Rem Pembiayaan Mikro Laba BNI Syariah Melonjak 50,7%
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya