Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham syariah rontok jelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed. Tanda tanya seputar suku bunga As memaksa investor menahan diri terjun ke lantai bursa.
Rontoknya bursa saham syariah juga dipicu rontoknya dua emiten bluechips syariah. Laporan kinerja AALI yang tak sesuai ekspektasi membuat investor melakukan aksi jual.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 1,894 poin (1,29%) ke level 145,406.
Pelemahan lebih dalam dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Turun 10,041 poin (1,62%), indeks JII bertengger di level 610,899.
Aksi jual saham mendominasi papan perdagangan ISSI. Sebanyak 121 emiten syariah tergolek lemas di zona negatif. Sebanyak 23 diantaranya merupakan saham-saham unggulan syariah.
Transaksi jual beli saham syariah kali ini bernilai Rp 3,43 triliun dengan 40 miliar saham beralihtangan.
Top losser saham bluechips syariah dihuni AALI yang rontok Rp 1.275 per saham. Disusul LPPS Rp 1.025, ITMG Rp 525, UNTR dan UNVR masing-masing Rp 450 per saham.
Sebaliknya daftar top gainer JII dihuni emiten AKRA yang hanya naik Rp 75, LSIP Rp 45, KLBF dan PGAS Rp 10 per saham.
Posisi tunggu investor jelang pengumuman The Fed memang membuat investor dilanda kekhawatiran. Hal ini terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi hingga 65,318 poin (1,40%) ke level 4.608,740.
Dilanda kecemasan tersebut, transaksi perdagangan saham juga mengalami peningkatan. Investor mengguyur lantai bursa dengan dana Rp 5,4 triliun dan 53,93 miliar saham beralihtangan.
Tak hanya investor domestik, pemodal asing juga melakukan aksi jual saham. Asing mencetak nett sell hingga Rp 372 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya