Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Pakar ekonomi syariah Tariqullah Khan mengingatkan industri perbankan syariah untuk memangkas risiko yang ada. Jika tidak, industri ini dikhawatirkan ikut berkontribusi pada krisis keuangan dunia.
Tariqullah Khan, seorang profesor ekonomi Islami dari Hamad bin Khalifa Universitas, Qatar mengusulkan agar regulator, bank sentral, dan pemangku kepentingan untuk mempromosikan standar yang selama ini dikeluarkan Accounting and Auditing Organisation for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) and the Malaysia-based Islamic Financial Services Board (IFSB).
" Implementasi standar IFSB dan AAOIFI serta bersama-sama mengatasi rintangan sudah sangat kritis untuk menghilangkan risiko struktural," kata Khan mengutip laman Zawya, Kamis, 29 Oktober 2015.
Keuangan syariah selama ini menganut prinsip Islami yang melarang pengenaan suku bunga dan aksi spekulasi. Bisnis ini dianggap lebih stabil dan berisiko lebih rendah dibandingkan keuangan konvensional.
Namun dengan pertumbuhan pesat industri bank syariah yang kini mengelola aset US$ 2 triliun, Khan menilai telah terjadi fragmentasi serta perbedaan pendapatan antara bank, perusahaan, dan kalangan ulama di beberapa negara.
Khan kkhawatir jika perbedanaan ini terus bertahan akan menciptakan lima risiko di bisnis syariah sekaligus mengancam pertumbuhan.
Salah satu risiko yang bisa muncul berasal dari upaya pengembngan pembiayaan dan penciptaan kredit baru. Selama ini perangkat keuangan syariah diakui kurang memiliki kaitan kuat dengan aktivitas sektor riil.
Risiko lainnyanya adalah transksi swap keuntungan berbasis syariah, tabungan bank syariah melalui mekanisme bagi hasil yang tak stabil, pertumbuhan bank syariah yang baru berkembang di beberapa negara, serta jurang komunikasi antara regulator dengan akademisi dan ulama dalam hal produk keuangan.
Mengantisipasi hal tersebut, Khan mengusulkan agar dibentuk sebuah badan yang berisi para regulator dan pelaku usaha sektor keuangan syariah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya