Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Hasil pertemuan The Fed yag membuka kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun direspon negatif pelaku pasar. Bursa saham syariah pun kembali dibuka melemah.
Kecuali saham pertambangan, seluruh indeks sektoral juga bergerak turun di sesi awal pembukaan perdagangan ini.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengawali sesi prapembukaan perdagangan, Kamis, 29 Oktober 2015 dengan melemah 0,079 poin (0,05%) ke level 145,327.
ISSI kembali turun 0,068 poin (0,05%) ke level 145,338 di sesi pembukaan.
Tekanan jual juga melanda saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) membuka sesi praperdagangan dengan koreksi tipis 0,527 poin (0,09%) ke level 610,372.
Disulut 21 emiten yang bergerak turun, indeks JII juga kembali menukik 0,505 poin (0,08%) di sesi pembukaan ke level 610,394.
Hingga enam menit waktu perdagangan, kedua indeks acuan saham syariah ini masih terus bergerak turun.
Pelaku pasar mentransaksikan dana sekitar Rp 14,02 miliar di sesi pemanasan. Sebanyak 67,27 juta saham jadi incaran aksi jual beli investor.
Kondisi regional yang bergerak variatif menyambut keputusan The Fed mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah. IHSG turun tipis 7,175 poin (0,16%) ke level 4.601,565 di sesi prapembukaan.
Tak punya amunisi untuk menguat, IHSG kembali terkikis 7,437 poin (0,16%) di sesi pembukaan ke level 4.601,303.
Lantai bursa memulai sesi transaksi perdagangan dengan dana Rp 29 miliar. Investor asing melakukan aksi jual saham Rp 16,57 miliar.
Di awal sesi, indeks saham tambang dan properti bergerak menguat usai naik 0,28 persen dan 0,21 persen. Namun sebagian besar indeks sektoral bergerak melemah dipimpin emiten perdagangan dan keuangan.
Indeks regional bergerak variatif dengan Kospi dan Shanghai Composite menguat 0,21 persen dan 0,16 persen. Sebaliknya Hang Seng dan Nikkei naik 0,16 persen dan 0,03 persen.
Kurs rupiah melemah naik sudah keluar dari level 13.600, Pagi ini rupiah dibuka melemah di level 13.498
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya