Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Hati-hati, Indonesia Bergerak Makin Pelan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 20 Mei 2016 08:42
Hati-hati, Indonesia Bergerak Makin Pelan
BI kembali merevisi target pertumbuhan ekonomi 2016. Pemicunya...

Dream - Bank Indonesia (BI) merevisi prediksi pertumbuhan ekonomi tahun 2016 menjadi 5,04-5,4 persen. Angka ini lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 5,2-5,6 persen.

Direktur Eksekutif Departemen BI, Tirta Segara, mengatakan prediksi tersebut dilihat dari beberapa pertimbangan. Misalnya, pertumbuhan ekonomi domestik pada triwulan I 2016, lebih rendah daripada perkiraan dan diperkirakan membaik pada triwulan-triwulan berikutnya.

Dikatakan pertumbuhan pada triwulan I 2016 tercatat sebesar 4,92 persen year on year disebabkan oleh terbatasnya pertumbuhan konsumsi pemerintah dan investasi swasta.

" Sementara itu, konsumsi rumah tangga masih tumbuh cukup kuat, didukung oleh perkembangan harga yang terjaga," kata Tirta di Jakarta, dikutip dalam keterangan tertulisnya, Kamis 19 Mei 2016.

Perkembangan ekonomi yang menjadi pertimbangan BI adalah membaiknya kinerja ekspor secara keseluruhan dan sejalan dengan peningkatan ekspor beberapa komoditas.

Dikatakan, perlambatan ekonomi pada triwulan I 2016 terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, dengan beberapa provinsi berbasis sumber daya alam migas, yaitu Kalimantan Timur dan Papua, mengalami kontraksi.

" BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan-triwulan mendatang akan meningkat, didorong oleh peningkatan dan optimalisasi stimulus fiskal pusat/daerah, khususnya terkait dengan percepatan pembangunan proyek infrastruktur," kata dia.

Sementara itu, Tirta melanjutkan, konsumsi rumah tangga juga diperkirakan membaik, seiring dengan terjaganya inflasi dan meningkatnya ekspektasi pendapatan. " Sejalan dengan itu, percepatan implementasi paket kebijakan pemerintah, khususnya upaya untuk meningkatkan daya saing dan iklim investasi, serta pelonggaran kebijakan moneter diharapkan akan dapat meningkatkan investasi dan ekspor," kata dia.

Beri Komentar