Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bank Indonesia (BI) merevisi prediksi pertumbuhan ekonomi tahun 2016 menjadi 5,04-5,4 persen. Angka ini lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 5,2-5,6 persen.
Direktur Eksekutif Departemen BI, Tirta Segara, mengatakan prediksi tersebut dilihat dari beberapa pertimbangan. Misalnya, pertumbuhan ekonomi domestik pada triwulan I 2016, lebih rendah daripada perkiraan dan diperkirakan membaik pada triwulan-triwulan berikutnya.
Dikatakan pertumbuhan pada triwulan I 2016 tercatat sebesar 4,92 persen year on year disebabkan oleh terbatasnya pertumbuhan konsumsi pemerintah dan investasi swasta.
" Sementara itu, konsumsi rumah tangga masih tumbuh cukup kuat, didukung oleh perkembangan harga yang terjaga," kata Tirta di Jakarta, dikutip dalam keterangan tertulisnya, Kamis 19 Mei 2016.
Perkembangan ekonomi yang menjadi pertimbangan BI adalah membaiknya kinerja ekspor secara keseluruhan dan sejalan dengan peningkatan ekspor beberapa komoditas.
Dikatakan, perlambatan ekonomi pada triwulan I 2016 terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, dengan beberapa provinsi berbasis sumber daya alam migas, yaitu Kalimantan Timur dan Papua, mengalami kontraksi.
" BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan-triwulan mendatang akan meningkat, didorong oleh peningkatan dan optimalisasi stimulus fiskal pusat/daerah, khususnya terkait dengan percepatan pembangunan proyek infrastruktur," kata dia.
Sementara itu, Tirta melanjutkan, konsumsi rumah tangga juga diperkirakan membaik, seiring dengan terjaganya inflasi dan meningkatnya ekspektasi pendapatan. " Sejalan dengan itu, percepatan implementasi paket kebijakan pemerintah, khususnya upaya untuk meningkatkan daya saing dan iklim investasi, serta pelonggaran kebijakan moneter diharapkan akan dapat meningkatkan investasi dan ekspor," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya