Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Konferensi Pers Muslim Fashion Festival 2016. (Foto: Dream.co.id/Ratih Wulan Pinandu)
Dream - Melihat perkembangan industri busana muslim saat ini, Plt. Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Tjahya Widayanti menilai Indonesia pantas ditetapkan sebagai pusat mode busana muslim.
Dari data yang diambil Central Intelegent Agency (CIA) sejak 2014-2015, produk fesyen menunjukan nilai positif sebesar dengan pertumbuhan 8,15 persen. Sedangkan dari segi ekspor, terus mengalami kenaikan hingga 3,87 persen pada Januari 2016.
Ke depan, Tjahya berharap, pelaku industri fesyen muslim dapat meningkatkan kualitas untuk menembus pasar global.
" Persaingan di pasar global makin kompetitif karena perekonomian dunia juga sedang melemah, tiap hari muncul pesaing baru yang unggul dan berkualitas, hanya produk berdaya saing dan kualitas yang akan bertahan. Dan fesyen muslim belum punya kode HS tertentu yang baku," terang Tjahya menambahkan.
Ia meminta agar produk-produk fesyen muslim segera memenuhi standar dan kualitas internasional sehingga dapat memenangi persaingan. Serta ada upaya dari para hijabers untuk bisa mengupayakan kode HS agar dapat diekspor ke luar negeri.
" Nilai fesyen muslim yang dibawa ke luar pada 2014 sebesar 4,63 USD dan tren pertumbuhan ekspornya 2,30 persen. Pada 2015 berhasil naik hingga 4,57 USD dan pada Januari 2016 mengalami kenaikan lagi 2,13 persen," kata Tjahya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya