Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sahabat Dream, di media sosial banyak beredar penawaran lelang dengan harga sangat miring. Tidak tanggung-tanggung, penawaran tersebut mencatut nama perusahaan gadai terkemuka.
Terkait hal ini, Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) meminta masyarakat untuk waspada. Sebab, terdapat potensi penipuan di balik tawaran lelang online tersebut.
Ketua Umum PPGI, Harianto Widodo, meminta masyarakat berhati-hati terhadap informasi yang beredar di media sosial tentang lelang online. Ketidakwaspadaan dapat mengakibatkan kerugian, tidak hanya masyarakat saja tapi juga perusahaan yang dicatut namanya.
" Dengan perkembangan digital saat ini, banyak sekali oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan penipuan tentang lelang online yang mengatasnamakan sebuah perusahaan besar. Masyarakat diminta agar tidak tergiur dengan barang lelang yang ditawarkan," ujar Harianto melalui keterangan tertulis diterima Dream.
Oknum lelang online ini biasanya menawarkan barang-barang, seperti laptop, ponsel mewah, emas, dan lain-lain dengan harga yang sangat murah. Barang-barang tersebut ditawarkan melalui akun-akun media sosial dengan mencatut nama perusahaan gadai.
Untuk meyakinkan calon korbannya, tidak jarang oknum tersebut menampilkan foto dengan identitas karyawan perusahaan. Kemudian, oknum-oknum lelang palsu akan meminta korbannya untuk transfer sejumlah uang sesuai dengan barang yang akan dibeli.
" Kalau sudah sampai tahap transaksi, oknum penipu ini akan langsung menghapus akun media sosialnya, mengganti nomor handphone, dan menutup rekening yang dipakai untuk transaksi," kata Harianto yang juga menjabat sebagai Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero).
Untuk itu, Harianto meminta masyarakat lebih berhati-hati dengan mengkonfirmasi kabar lelang online ke perusahaan yang namanya dicatut.
PPGI juga meminta masyarakat tidak tergiur tawaran akun-akun perusahaan gadai online palsu. Masyarakat juga diminta berhati-hati dalam memilih layanan untuk bertransaksi gadai.
Harianto menyarankan masyarakat jasa gadai perusahaan yang berizin dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.
" Transaksi dijamin lebih aman, hak-hak konsumen terlindungi, dan pemberian pinjaman yang transparan," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya