Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

9 Sektor Bisnis Tumpuan Indonesia Bangkit dari Dampak Covid-19

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 8 Juni 2020 10:48
9 Sektor Bisnis Tumpuan Indonesia Bangkit dari Dampak Covid-19
Ada dua hal yang menandakan pasar senang dengan cara pemerintah menangani corona.

Dream – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menilai langkah pemerintah menangani pandemik Covid-19 yang prudent dan berbasis data diapresiasi positif oleh pelaku pasar. Hal itu tercermin dari nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang terus menguat dan Indeks Harga Saham Gabungan kembali naik mendekati 4.950.

“ Apa yang kita lihat hari ini di mana nilai tukar rupiah sudah di bawah Rp 14.000 per dollar AS dan indeks harga saham yang naik menunjukkan apa yang dilakukan pemerintah dan Gugus Tugas berada pada jalur yang tepat,” kata Airlangga di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat 5 Juni 2020.

Menurut Airlangga nilai tukar maupun indeks memang akan terus berfluktuasi. Namun jika melihat kondisi cadangan devisa di Bank Indonesia yang mencapai US$ 130 miliar, Airlangga menilai kepercayaan pelaku pasar pada kondisi perekonomian Indonesia cukup kuat.

Melihat apresiasi positif dari pasar, Airlangga memastikan pemerintah akan terus menjalankan ekonomi nasional dengan penuh kehati-hatian untuk menciptakan masyarakat produktif sekaligus aman dari Covid-19. Pemberian izin kepada daerah maupun industri untuk menjalankan kenormalan yang baru dilakukan secara saksama dan bertahap dengan terus memantau perkembangan kasus yang terjadi.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 juga telah memiliki sistem monitoring dan evaluasi yang dinamakan BLC. Dengan sistem tersebut, hanya daerah berstatus zona hijau dan kuning yang diperkenankan untuk melaksanakan masyarakat produktif dan aman Covid-19.

“ Kita sekarang berupaya agar daerah yang statusnya masih merah dan oranye bisa berubah menjadi kuning atau hijau,” kata dia.

Mantan menteri perindustrian ini percaya dengan penetapan sembilan industri yang boleh kembali melakukan kegiatannya, ekonomi akan ikut bergerak. Harapannya, angka pengangguran kemudian dapat ditekan serendah mungkin.

1 dari 3 halaman

Sembilan Sektor

Secara terpisah Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menjelaskan, setelah pemberian kegiatan masyarakat produktif dan aman covid-19, Gugus Tugas pada akhir pekan lalu telah menetapkan sembilan sektor yang diperbolehkan untuk kembali melakukan kegiatannya.

Kesembilan sektor itu adalah, pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik, dan transportasi barang.

Menurut Doni, kesembilan sektor itu dipilih karena memiliki risiko ancaman Covid-19 yang relatif rendah. Di sisi lain, sektor-sektor tersebut mampu menciptakan lapangan kerja yang luas dan mempunyai dampak ekonomi yang signifikan.

Pembukaan sektor-sektor ekonomi tersebut dilakukan oleh kementerian terkait dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, diawali dengan edukasi, sosialisasi dan simulasi secara bertahap. Protokol pelaksanaan di masing-masing sektor dibuat oleh Kementerian/Lembaga terkait.

Doni juga memastikan, pemerintah tetap fokus dan optimal dalam pengendalian Covid-19 agar masyarakat tidak sampai terpapar. Namun pada saat yang bersamaan pemerintah juga harus melindungi jutaan masyarakat yang kehilangan pekerjaan.

Data Kementerian Tenaga Kerja saat ini menunjukkan Covid-19 telah mengakibatkan sekitar 3,7 juta pekerja formal kehilangan pekerjaan. Ini belum termasuk mereka yang kehilangan pekerjaan di sektor informal.

“ Langkah untuk memberi kesempatan kepada masyarakat melakukan kegiatan produktif, namun aman dari covid-19 tidak lepas dari tugas konstitusi yang harus dilaksanakan pemerintah,” kata Doni.

2 dari 3 halaman

OJK Klaim Pasar Modal Berangsur Membaik

Dream – Otoritias Jasa Keuangan (OJK) menilai pasar modal kembali pulih. Pasar mulai membaik setelah ada sentimen positif dari investor terhadap kebijakan-kebijakan yang diberikan oleh OJK.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan IHSG sempat jeblok dari level 5 ribu ke 4 ribu karena kepanikan pasar terhadap pandemi Covid-19.

Agar tekananannya tidak terlalu dalam, otoritas keuangan membuat sederet kebijakan, misalnya memperpendek waktu auto rejection.

 

 

“ Alhamdulillah, sentimen positif ini hadir,” kata Wimboh dalam Halal Bihalal virtual, Kamis 4 Juni 2020.

Dia menyebut banyak emiten yang sahamnya sudah menghijau. Bahkan, kini, IHSG sudah berada di level 4.900-an.

“ Karena apa? Kami menelurkan beragam kebijakan dan direspons positif,” kata Wimboh.

3 dari 3 halaman

Volatilitas IHSG Menurun

Menurut data OJK, pada Mei 2020, volatilitas IHSG menurun. Indeks ini stabil di kisaran 4.605-4.847,5.

Pada bulan itu, tercatat ada net buy di pasar saham senilai Rp8 triliun, sedangkan di pasar SBN senilai Rp7,07 triiun. “ Ini juga komunikasi efektif terus dilakukan agar sentimen positif tetap terjaga,” kata dia. 

Beri Komentar