7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Foto: Shutterstock)
Dream - Vaksinasi Covid-19 tengah berlangsung di seluruh dunia untuk membendung penularan virus corona yang dianggap sebagai pandemi terbesar dan paling kompleks dalam sejarah. Kondisi itu dimanfaatkan sejumlah pihak di pasar gelap untuk mengeruk keuntungan dari momentum vaksinasi Covid-19.
Peneliti Kaspersky memeriksa 15 pasar berbeda di darknet dan menemukan iklan untuk tiga vaksin utama Covid-19, yakni Pfizer/BioNTech, AstraZaneca, dan Moderna. Selain itu, ada juga penjual yang mengiklankan vaksin Covid-19 yang tidak terverifikasi.
Mayoritas penjual berasal dari Prancis, Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat. Harga yang ditawarkan berkisar antara US$250 (sekitar Rp3,5 juta) hingga US$1.200 (setara Rp17 juta). Sementara, harga rata-rata sebesar US$500 atau sekitar Rp7,1 juta.
Dikutip dari Liputan6.com, mengutip keterangan resmi Kaspersky, Senin 8 Maret 2021, komunikasi antara penjual dilakukan melalui aplikasi pesan terenkripsi seperti Wickr dan Telegram.
Sementara, pembayaran untuk vaksin yang dijual di darknet diminta dalam bentuk aset kripto, terutama Bitcoin.
Berdasarkan laporan, mayoritas penjual sudah melakukan antara 100-500 transaksi yang memperlihatkan bahwa mereka telah melakukan penjualan.
Dengan informasi yang tersedia, sangat sulit untuk mengetahui berapa banyak dosis vaksin yang diiklankan secara online dan berapa iklan yang merupakan penipuan. Kemungkin besar informasi yang diterima pun bukan merupakan dosis efektif dan valid, transaksi pun dilakukan secara ilegal.
Pakar Keamanan di Kaspersky Dmitry Galov mengatakan, pengguna bisa menemukan apa saja di darknet. Makanya, tidak mengherankan jika penjual di sana mencoba memanfaatkan momen vaksinasi Covid-19.
" Selama setahun terakhir, ada banyak penipuan yang mengeksploitasi topik Covid-19 dan banyak di antaranya berhasil. Saat ini tidak hanya orang menjual dosis vaksin, tetapi juga menjual 'catatan vaksinasi'," kata Galov.
Catatan vaksinasi merupakan potongan kertas yang dapat membantu seseorang bepergian dengan bebas.
" Penting bagi pengguna untuk terus berhati-hati terhadap setiap kesepakatan yang terkait dengan pandemi. Tentu saja, membeli vaksin dari forum darknet bukanlah ide yang baik," katanya.
(Sumber: kaspersky.com)
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?