Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Suasan Perakitan Proton Malaysia. (Insert: Presiden Jokowi Menghadiri Penandatangan MoU Proton Holding)
Dream - Heboh mobil nasional yang melibatkan produsen mobil Proton dan Mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono akhirnya memaksa Presiden Joko Widodo angkat bicara. Presiden memastikan kerjasama ini bukan dalam rangka membangun Mobnas layaknya Timor di Era Presiden Soeharto.
" Jadi kemarin karena diundang Doktor Mahatir dan Pak PM Najib, ya saya datang jadi masih awal-awal sekali," kata Jokowi seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Senin, 9 Februari 2015.
Jokowi menjelaskan, perjanjian kerjasama yang dihadirinya di Kuala Lumpur, Malaysia tersebut murni antara perusahaan (business to business).
Hingga saat ini, lanjut Jokowi, pemerintah sama sekali belum berpikir menjadi produk mobil hasil kerjasama dengan Proton sebagai mobil nasional. Kerjasama yang ditandatangani akhir pekan lalu juga diakui baru terlalu awal.
" Saya mesti harus melihat studi kelayakan seperti apa, kemudian targetnya yang mesti dicapai itu seperti apa," katanya.
Disinggung mengenai spesifik kendaraan yang akan dibuat, presiden meminta publik untuk bertanya langsung kepada pT Adiperkasa Citra Lestari. Perusahaan ini digawangi mantan kepala BIN, AM Hendropriyono.
Isu mengenai wacana pembuatan mobil nasional mencuat setelah Presiden Joko Widodo hadir dalam penandatanganan nota kesepahaman PT Adiperkasa Citra Lestari dengan Proton Holding Bhd. Media Malaysia menyebut proyek ini bagian dari program pembangunan mobil nasional Indonesia.
Sementara chief executif PT Adiperkasa, Hendropriyono mengatakan penandatanganan kerjasama ini dilakukan karena bisnis yang dijalankan masuk kategori padat karya. Hendropriyono mengklaim kerjasama ini bakal menampung sekitar 6.000 tenaga kerja.
Keputusan menggandeng Proton dilakukan karena Adiperkasa berhasil bisa menjalin kerjasama penelitian dan pengembangan serta teknik.
" Kerjasama ini sifatnya B to B. Kami swasta, Protono juga kini swasta," kata Hendropriyono. (Ism)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia