7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Pabrik Perakitan Proton (todayonline.com)
Dream - Mimpi Indonesia memiliki Mobil Nasional (Mobnas) ternyata belum berakhir. Gagal dengan proyek Timor, kali ini Indonesia menggandeng produsen otomotif Malaysia, Proton.
Mengutip laman Thes Sar, Jumat, 6 Februari 2015, Proton Holding Bhd telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan dan merakit Mobnas.
Mitra kerjasama di Indonesia adalah PT Adiperkasa Citra Lestari. Bertindak selaku CEO adalah mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropiyono.
Penandatangan perjanjian awal kerjasama ini bahkan dihadiri pemimpin kedua negara, yaitu Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak dan Presiden Indonesia, Joko Widodo.
Isu mengenai kerjasama Proton menggarap bisnis mobil di Indonesia santer terdengar sejak lama.
Produsen otomotif asal Malaysia, Proton Holding Bhd, memang diam-diam melirik tawaran Presiden Joko Widodo mewujudkan proyek mobil ASEAN.
CEO Proton, Datuk Abdul Harith Abdullah beralasan ASEAN berpeluang menjadi pasar terbesar dunia setelah China. Untuk itu, negara-negara serumpun Melayu ini sudah saatnya menjaga pasarnya dengan memproduksi barang lokal.
" Kami sangat senang dengan ajakan memperluas pasar ke negara ASEAN lain lewat kolaborasi, ini upaya untuk mengembangkan merek kami," kata Abdul Harith kala itu.
Sementara Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak yakin mimpi mobil ASEAN ini bisa menjadi kenyataan setelah terpilihnya presiden Indonesia terpilih, Joko Widodo.
Menurut Najib, Jokowi mengatakan ketertarikannya dengan ide yang diusung Malaysia. (Ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?