Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham Indonesia mengawali perdagangan jelang akhir pekan di zona hijau. Variatifnya laju bursa Asia tak menghalangi sejumlah indeks saham acuan bergerak menguat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan berulang kali mencoba menembus level 5.200 kendati masih gagal.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 5 Desember 2014, IHSG menguat 8,09 poin (0,16%) ke level 5.185,25.
Laju positif IHSG terus berlanjut di sesi pembukaan. Kali ini indeks kembali menanjak 12,33 poin (0,26%) ke level 5.190,69.
Penguatan IHSG jelang pembukaan perdagangan ditopang oleh kenaikan harga saham dari 77 emiten. Sementara itu, 28 saham berada di zona merah dan 73 saham lainnya stagnan.
Para pelaku pasar juga terlihat aktif melakukan aksi beli di awal perdagangan ini. Sebanyak 233 ribu lembar saham telah diperdagangkan dengan nilai Rp 259,89 miliar.
Di tengah aksi ramai belanja pemodal lokal, asing justru melakukan sebaliknya. Pemodal asing mencetak nett sell Rp 4 miliar.
Emiten perkebunan masih menjadi motor penggerak IHSG usai menguat 0,26 persen. Diikuti pertambangan 0,62 persen dan sektor aneka industri 0,60 persen.
Memasuki 15 menit perdagangan, IHSG akhirnya menembus level 5.200. Indeks menguat 24,09 poin (0,47%) ke lebel 5.201,25.
Bursa saham Indonesia yang sedang melakukan aksi naik jangka pendek ini juga membuat dua indeks saham syariah melayang.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengawali perdagangan dengan menguat ke level 167,42. Hingga 15 menit perdagangan, ISSi telah menguat 0,46 poin (0,28%) ke level 167,69.
Tercatat sudah 65 emiten syariah bergerak di zona hijau. Sementara 39 lainnya masih melemah dan 64 saham diam di tempat.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai 5,74 juta saham dengan dana bergulir hingga Rp 467,99 miliar.
Sampai seperempat jam perdagangan BEI, ISSI telah mencetak level tertinggi di 167,80 dan terendah di 167,42.
Kenaikan signifikan juga dialami indeks saham bluechip syariah. Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka menguat ke level 687,82, kini sudah menguat 2,78 poin (0,41%) ke level 689,52.
Sebanyak 18 emiten bluechips syariah bergerak ke zona hijau dan sisanya 8 emiten melemah.
Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia bergerak variatif sepanjang pagi ini. Indeks Nikkei Jepang terlihat tertekan sejak awal perdagangan dan kini terkoreksi 0,23 persen. Koreksi juga dialami indeks Kospi Korea Selatan.
Sebaliknya, indeks Hang Seng dan Shanghai Composite masih leluasa bergerak di zona hijau dengan menguat 0,97 persen dan 0,53 persen.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah pelan-pelan mulai bergerak menguat. Rupiah pagi ini telah naik 5 poin (0,04%) menjadi 12.285 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya