Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank Syariah Di Mesir
Dream - Kabar gembira bagi industri keuangan syariah di Indonesia. Konsultan internasional Ernst & Young (EY) memperkirakan keuntungan perbankan syariah di dunia bakal melonjak tiga kali lipat pada 2019.
Sementara nilai aset perbankan syariah di enam pasar inti yaitu Qatar, Indonesia, Arab Saudi, Malaysia, Uni Emirat Arab dan Turki ditaksir menembus US$ 1,8 triliun pada tahun yang sama.
Sayangnya, analisis sentimen pada media sosial yang dilakukan EY menemukan jika tingkat kepuasan nasabah terhadap bank syariah umumnya biasa-biasa saja.
Proyeksi terbaru dari EY itu terungkap laporan perusahaan konsultan Ernst & Young (EY) World Islamic Banking Competitiveness Report 2014-15: Participation Banking 2.0, yang diterbitkan 2 Desember 2014.
Dalam laporan tersebut, seperti dikutip Dream dari laman Zawya.com, Jumat, 5 Desember 2014, aset perbankan syariah global mengalami rasio tingkat pertumbuhan investasi dan bisnis atau compound annual growth rate (CAGR) sekitar 17 persen untuk periode 2009-2013.
Sekitar 95 persen aset perbankan syariah dunia yang bertindak sebagai bank komesial masih berada di sembilan pasar inti, lima di antaranya berada di wilayah Teluk (Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait dan Bahrain). Pangsa pasar aset perbankan syariah di Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait, Bahrain dan Malaysia sekarang berkisar 20 hingga 49 persen.
Bank syariah di Arab Saudi, Kuwait dan Bahrain mewakili lebih dari 48,9 persen, 44,6 persen dan 27,7 persen pangsa pasar masing-masing.
Namun kemajuan positif justru telah ditunjukan bank syariah di Indonesia, Pakistan dan Turki, dengan CAGR 43,5 persen, 22,0 persen dan 18,7 persen untuk periode 2009-2013.
Menurut Kepala MENA Financial Services di EY, Gordon Bennie, keenam pasar dengan pertumbuhan yang cepat yaitu Qatar, Indonesia, Arab Saudi, Malaysia, Uni Emirat Arab dan Turki (QISMUT) menguasai 80 persen aset perbankan syariah internasional dengan nilai mencapai US$ 625 miliar pada tahun 2013.
Aset perbankan syariah negara anggota QISMUT ini diperkirakan akan terus tumbuh dalam lima tahun sebanyak 19 persen per tahunnya dan mencapai total US$ 1,8 triliun pada 2019.
Ashar Nazim, Kepala Global Islamic Finance Leader di EY mengatakan, industri perbankan Islam telah menjadi tren di pasar inti dunia. Hal ini menyajikan peluang serta tantangan baru, dan menuntut pendekatan yang berbeda secara fundamental untuk pertumbuhan yang menguntungkan.
Nasabah memiliki penilaian yang tidak sama tentang pengalaman mereka berurusan dengan bank syariah. Di masa depan, pertumbuhan akan sangat signifikan bagi bank-bank yang mampu memperkuat pengalaman pelanggan melalui penggunaan teknologi digital.
“ Bank yang tidak mengikuti kemajuan teknologi akan menghadapi penolakan serius dari pelanggan utama mereka sehingga akan beralih ke bank non-syariah yang lebih besar yang menyediakan kemudahan transaksi digital,” kata Ashar.
Dengan semakin berkembangnya pasar Arab Saudi dan Malaysia yang didukung Turki dan Indonesia, , diharapkan masa depan industri perbankan syariah akan semakin berkembang. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya