Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://antarafoto.com)
Dream - Pulihnya saham-saham di sektor industri aneka mendorong indeks syariah kembali menguat. Padahal tekanan jual asing sempat memaksa bursa syariah memulai sesi perdagangan di zona negatif.
Tekanan jual juga mulai berkurang di sejumlah sektor saham meski emiten tambang kali ini ditutup melemah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 11 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,810 poin (0,53%) ke level 154,161.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga menyonsong libur akhir pekan di zona positif. Indeks JII ditutup menguat 3,817 poin (0,59%) ke level 653,007.
Kedua indeks acuan saham syariah di pasar modal Indonesia ini memulai sesi perdagangan dengan kurang meyakinkan. Dibuka melemah, ISSI sempat terperosok masuk level terendah 153,076.
Namun sentimen positif dari penguatan indeks regional serta harga minyak yang berangsur naik, membuat pelaku pasar percaya diri kembali ke pasar saham.
Kurs rupiah yang terus melaju positif juga menambah amunisi bagi investor. Rupiah sore ini bahkan menyentuh level terkuatnya di 19.978 per dolar AS.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,82 triliun dengan 34,48 miliar saham berpindahtangan. Aksi jual beli mendorong 91 emiten ISSI ke zona positif dan 87 lainnya tertekan melemah.
Investor kembali berburu saham-saham industri aneka yang beberapa hari lalu terserang tekanan hebat. Indeks sektor ini menguat 1,45 persen, atau tertinggi dibandingkan sektor lainnya.
Saham yang menjadi buruan lainnya berasal dari sektor pertanian yang naik 1,06 persen, infrastruktur 0,96 persen, dan keuangan 0,69 persen.
Emiten penghuni top gainer jelang akhir pekan ini adalah LPPF yang naik Rp 250, UNVR Rp 250, PTPP Rp 140, ASII dan ICBP yang masing-masing naik Rp 125 per saham.
Sementara dua anak usaha kelompok Astra International, AALI dan UNTR memimpin top losser dengan melemah Rp 450 dan Rp 175 per saham. Top losser lainnya dihuni INDF yang trun Rp 125, PGAS Rp 70, dan SMGR Rp 50 per saham.
Munculnya aksi beli jelang penutupan juga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengat 20,057 poin (0,43%) ke level 4.813,779.
Lantai bursa sore ini menghimpun dana transaksi hingga Rp 5,6 triliun dengan posisi nett sell asing yang berkurang menjadi Rp 26 miliar.
Di pasar keuangan, rupiah sore ini terus bergerak menguat, Naik 71 poin (0,54%), kurs rupiah bertengger di level 12.981 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya