Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Dream - Bursa saham syariah Indonesia diselamatkan aksi beli jelang penutupan. Kenaikan tipis ini terjadi di tengah langkah pemodal asing yang berbalik menggelar aksi jual saham.
Emiten di sektor perkebunan menjadi buruan pelaku pasar. Begitu pula saham industri aneka dan perdagangan.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 10 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,043 poin (0,03%) ke level 153,351.
Aksi perburuan saham jelang penutupan juga mengangkat indeks Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,820 poin (0,13%) ke level 649,180.
Sepanjang sesi perdagangan, kedua indeks acuan saham syariah ini sebetulnya mendekam di zona merah. Sentimen negatif dari aksi jual asing memaksa pelaku pasar lebih selektif berburu saham.
Investor lokal juga mulai menggelar aksi jual saham memanfaatkan sentimen negatif pasar. Alhasil, ISSI sempat terlempar ke posisi terendahnya di 151,918.
Papan perdagangan ISSI sore ini dipenuhi 96 emiten syariah yang ditutup menguat. Sementara 88 lainnya gagal keluar dari tekanan jual dan 50 emiten bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 4,15 triliun dengan 28,35 miliar beralihtangan. Meski relatif ramai, pemodal asing secara keseluruhan justru menggelar aksi jual dengan nett sell Rp 500 miliar.
Saham unggulan syariah menjadi motor penggerak indeks syariah. Dipimpin AALI yang menguat Rp 1.700, top gainer kali ini dihuni LPPF yang naik Rp 900, ASII Rp 200, SMGR Rp 200, da INTP Rp 175 per saham.
Sebaliknya, saham UNVR masih terkena aksi ambil untung dengan melemah Rp 750 per saham. Diikuti ITMG Rp 375, ICBP Rp 225, INCO Rp 135, dan TLKM Rp 75 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah yang sempat bergerak melemah akhirnya ditutup menguat. Rupiah sore ini naik 60poin (0,46%) menjadi Rp 13.097 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam