Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi
Dream - Pemerintah Arab Saudi berencana mengurangi jam kerja pegawai swasta menjadi lima hari dari sebelumnya enam hari. Namun upaya ini masih jadi perdebatan.
Keputusan Saudi memangkas hari kerja satu hari ini diperkirakan bakal memicu hilangnya potensi senilai US$ 26 miliar.
Ketua Kadin Mekah, Saudi, Saleh Jamal mendesak pemerintah untuk membuat kajian mendalam mengenai pemangkasan tersebut. Saleh mengatakan Saudi merupakan negara berkembang dan harus memaksimalkan produktivitasnya.
Dalam rencana tersebut, pegawai swasta di Saudi nantinya hanya akan bekerja 40 jam per hari dengan dua hari libur. Dengan kebijakan ini, rata-rata pekerja Saudi hanya akan bekerja 8 jam per hari, dan 7 jam selama bulan Ramadan.
Langkah ini sebagai upaya pemerintah Saudi mendorong penduduknya bekerja di sektor swasta.
Dewan Syariah Saudi sendiri sudah memberikan dukungan terhadap rencana itu pada Januari lalu.
Namun tak demikian dengan Kadin Mekah. " Proposal itu ada pro dan kontra. Namun dampak negatifnya lebih banyak karena terkait biaya," kata Saleh.
Dia menambahkan, perusahaan harus merestrukturisasi pekerjanya diantaranya dengan mengajukan kembali perjanjian baru. " Beberapa mungkin harus memecat pegawai dan mencari pegawai dengan gaji lebih rendah. Yang akhirnya menciptakan instabilitas," ujarnya.
Kebijakan ini bukan pertama kali dibuat Saudi dan mendapat tantangan. Proposal serupa pernah diajukan pada 2014 namun mendapat penolakan dari komunitas pebisnis.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam