Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Seorang Karyawan Beraktivitas Di Depan Layar Pergerakan IHSG Di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (28/3) (Antarafoto/Sigid Kurniawan)
Dream - Laju bursa saham syariah tak bisa mengejar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat. Tanpa dukungan emiten keuangan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) mendekam lemah sepanjang perdagangan.
Sementara IHSG yang disokong saham bluechips keuangan berhasil menutup perdagangan di zona positif.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 5 April 2016, indeks ISSI ditutup melemah 0,841 poin (0,54%) ke level 156,305. Posisi penutupan ini lebih rendah dari sesi pembukaan tadi pagi.
Koreksi signifikan juga dialami indeks saham bluechips syariah, JII, yang turun 3,572 poin (0,54%) ke level 658,553.
Transaksi perdagangan saham syariah relatif sepi dengan mencetak nilai Rp 2,95 triliun. Dengan 30,23 miliar saham yang berpindahtangan, sebanyak 102 emiten syariah harus turun harga.
Sementara hanya 78 emiten ISSI yang ditutup menguat dan 69 lainnya bertahan stagnan.
Sepanjang perdagangan ISSI dan JII memang tak beranjak dari teritori merah.
Indeks sektor barang konsumsi menjadi motor penggerak bursa usai naik 1,25 persen. Disusul emiten manufaktur 0,49 persen, dan keuangan 0,35 persen.
Selebihnya, indeks sektoral bergerak melemah dipimpin emiten industri aneka yang turun 1,43 persen. Diikuti sektor perkebunan 0,85 persen, dan industri dasar 0,39 persen.
Pelemahan indeks syariah terjadi di saat investor asing tengah getol berburu saham. Setelah kemarin melakukan aksi beli, kali ini asing membukukan nett buy hingga Rp 340,92 miliar.
Sentimen negatif juga berhembus dari bursa regional. Indeks Hang Seng dan Nikkei tak bisa keluar dari tekanan dan melemah 1,58 persen dan 2,42 persen. Namun SSEC Shanghai naik 1,45 persen.
Di pasar keuangan, kurs rupiah juga bergerak lemah. Sore ini dolar AS menguat 60 poin (0,46%) menjadi Rp 13.222.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan