7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dream - Bursa saham syariah ditutup melemah meski sempat bergerak menguat. Pelaku pasar tampaknya memanfaatkan aksi ambil untung menyambut libur panjang akhir pekan.
Investor asing kembali melantai di bursa saham setelah tiga hari berturut-turut melakukan aksi jual.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 23 Desember 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,234 poin (0,16%) ke level 142,011.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga turun 2,352 poin (0,39%) ke level 593,249.
Kedua indeks acuan saham syariah ini mengawali sesi pembukaan di zona negatif. Namun munculnya aksi beli sempat membawa ISSI ke zona hijau di level tertinggi 142,370.
Kondisi serupa dialami indeks JII. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini sempat menembus level tertinggi di zona positif 595,777.
Transaksi perdagangan saham syariah jelang libur akhir pekan ini mencapai Rp 3,71 triliun. Menguatnya harga saham 88 emiten ISSI tak mampu menahan tekanan jual dari 90 saham syariah.
Sebagian besar indeks sektor saham bergerak menguat dipimpin emiten industri dasar yang naik 0,86 persen. Disuul emiten infrastruktur 0,48 persen dan barang konsumsi 0,21 persen.
Sebaliknya, saham industri aneka terseret aksi jual dan turun 0,96 persen. Diikuti sektor pertambangan 0,17 persen dan properti 0,13 persen.
Penghuni top gainer jajaran saham unggulan syariah kali ini diisi INTP yang naik Rp 275. Disusul SILO Rp 225, SMGR Rp 225, PGAS Rp 100, dan ICBP Rp 75 per saham.
Di sisi bersebelahan, saham LPPF turun paling dalam sebesar Rp 375 per saham. Top losser lainnya adalah UNVR Rp 325, AALI Rp 225, UNTR Rp 175, dan AKRA Rp 125 per saham.
Berbeda dengan dua indeks syariah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses ditutup menguat meski dibuka di zona merah. IHSG naik tipis 5,086 poin (0,11%) ke level 4.522,654.
Dengan dana mengalir ke pasar saham hingga Rp 5,86 triliun, investor asing berbalik melakukan aksi jual jelang penutupan. Hingga sesi pascapenutupan, asing mencetak nett sell Rp 5,3 miliar.
Sementara dari pasar keuangan, rupiah terus bergerak menguat sejak The Federal Reserves mengeluarkan keputusannya. Rupiah sore ini menguat 37 poin (0,27%) menjadi 13.634 per dollar AS.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?