Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Indeks saham syariah kembali ke jalur hijau usai kemarin tertekan aksi jual. Namun penguatan kali ini terjadi di tengah aksi jual pemodal asing.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 9 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,834 poin (0,48%) menuju level 173,861.
Kembalinya ISSI ke zona hijau terbantu kenaikan harga saham dari 95 emiten syariah. Namun ISSI masih tertekan melemahnya harga saham dari 81 emiten dan 66 lainnya stagnan.
ISSI sepanjang hari ini relatif aman dari tekanan. Terbukti ISSI menghabiskan seluruh waktu perdagangan di zona hijau dengan posisi terendah di level 173,028 dan tertinggi 173,861.
Pelaku pasar terlihat aktif mentransaksikan 38,02 miliar saham syariah bernilai Rp 3,1 triliun.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga menutup sesi perdagangan di zona hijau. Meski sempat terpeleset, JII ditutup menguat 3,861 poin (0,54%) ke level 723,848.
Kurang dari separuh penghuni JII, atau 13 emiten melaju di zona hijau. Indeks JII justru marak dengan pelemahan harga saham yang dialami 15 emiten. Sementara 2 lainnya bertahan stagnan.
Posisi terendah JII kali ini dicetak di level 719,429 dan tertinggi di 723,848.
Saham UNVR yang kemarin terserang aksi jual hebat kini justru tampil sebagai pencetak kenaikan harga tertinggi. UNVR memimpin top gainer dengan kenaikan Rp 650 per saham. Disusul UNTR Rp 525, ASII Rp 175, INTP Rp 150, dan PTPP Rp 125 per saham.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali level 5.500. Ditutup menguat 14,316 poin (0,26%), IHSG bertengger di level 5.500,900.
IHSG sendiri sempat terpeleset ke zona merah dengan posisi terendah di level 5.478,513.
Lantai bursa relatif sepi dengan hanya mentransaksikan dana Rp 4,71 triliun dengan 69,66 miliar saham yang beralihtangan.
Investor asing yang melakukan belanja saham dalam 6 hari terakhir, kini berbalik melepas portofolionya. Asing membukukan nett sell Rp 362 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya