Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpikan produk-produk kerajinan asal Indonesia mampu menempati urutan nomor satu di pasar global. Sayangnya, saat ini, posisi Indonesia masih berada di urutan ke-12 dunia.
“ Mari kita bermimpi produk kerajinan kita nomor satu. Mimpi saya kerajinan kita yang beragam dari Sabang sampai Merauke kita nomor satu,” ujar Jokowi dalam sambutan pembukaan pameran dagang kerajinan terbesar di Indonesia, INACRAFT ke-17, di Jakarta Convention Centre, seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Kamis, 9 April 2015.
Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Jokowi berpesan kepada para pengusaha kerajinan agar terus menerus melakukan inovasi.
“ Kita harus berani memakai designer dari luar, marketing dari negara yang jadi tujuan. Cara ini akan mempercepat penetrasi produk kita ke pasar Eropa,” kata Jokowi.
" Kalau mau masuk pasar Eropa, kita cari desain yang baik dari Eropa. Yang baik dari Italia, cari dari Italia. Misal marketing. Pemasar yang pintar ke mana. Ke Amerika ya cari pemasar dari Amerika," jelas Jokowi mencontohkan.
Terkait hal itu, Jokowi menekankan pentingnya peran Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terkait dengan urusan-urusan yang berkaitan dengan desain dan kemasan tersebut.
“ Di situ banyak profesional yang ada untuk semua produk,” ujar Jokowi seraya menambahkan untuk urusan pemasaran akan dilaksanakan oleh Menteri Perdagangan.
Lebih lanjut, Jokowi menyatakan sudah beberapa kali mengikuti pameran Inacraft tersebut, bahkan hadir pada Inacraft perdana. Diakuinya, bahwa kualitas produk kerajinan dalam negeri sudah semakin baik.
“ Sudah 17 tahun, pameran Inacraft dicanangkan, saya nggak ingat berapa kali saya ikut. Saya pernah ikut yang pertama saat awal dulu saya ikut yang ke-1 sampai ke-4. Saya melihat pasar dalam dan internasional untuk produk kerajinan dulu sampai sekarang sangat baik. Sisi kualitas dan harga produk kita bagus,” ungkap Jokowi.
Jokowi mengungkapkan apresiasinya atas produk-produk yang dinilainya sudah fokus dan juga ramah lingkungan, misalnya fokus ke produk anak-anak.
“ Ini sudah mulai fokus, bagus. Kemudian ada produk yang sudah mulai mengarah pada ramah lingkungan Misalnya warna-warna di batik, sudah banyak yang pakai warna-warna alam. Ini sudah sangat bagus,” ujarnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 2014, industri kerajinan berkontribusi Rp92,6 triliun terhadap perekonomian nasional (produk domestik bruto).(Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya