Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Twitter telah memenuhi permintaan Turki untuk menghapus foto-foto seorang jaksa penuntut Turki, yang ditodong senjata oleh militan sayap kiri.
" Twitter setuju untuk menutup akun dan menghapus foto yang berkaitan dengan insiden penyanderaan minggu lalu. Situs ini (Twitter) akan segera bisa diakses kembali," kata seorang pejabat senior seperti dikutip dari Arab News, Rabu, 8 April 2015.
Sebelumnya, Turki memblokir Twitter dan Youtube karena memperlihatkan konten foto dan video Jaksa Mehmet Selim Kiraz yang ditodong kelompok militan sayap kiri. Kiraz disandera selama beberapa jam sebelum akhirnya tewas terbunuh dalam tembak-menembak pekan lalu.
Hingga Senin malam, Youtube masih belum bisa diakses karena negoisasi dengan situs berbagi video itu masih terus berlangsung.
Sementara itu, Facebook mengatakan menerima perintah pengadilan Turki untuk membatasi akses ke beberapa konten atau menghadapi pemblokiran. Namun seorang juru bicara Facebook mengatakan akan mengajukan banding atas rencana pemblokiran tersebut.
Pengadilan Istanbul juga memerintahkan Google untuk menghapus konten kontroversial terkait tewasnya Jaksa Kiraz dalam insiden penyanderaan pekan lalu. Jika tidak melaksanakan perintah pengadilan, Google juga akan menghadapi tuntutan yang sama.
Ibrahim Kalin, juru bicara Presiden Tayyip Erdogan, mengatakan larangan menampilkan foto-foto atau video terkait Jaksa Kiraz dilakukan karena beberapa organisasi media telah bertindak 'seolah-olah mereka menyebarkan propaganda teroris' dengan menerbitkan konten penyanderaan.
" Apa yang terjadi setelahnya sama kejamnya dengan insiden itu sendiri," kata Kalin.
Dia menambahkan, kantor kejaksaan melarang foto-foto atau video tersebut digunakan di mana pun dalam bentuk elektronik. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya