Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nasib Indeks Syariah Tak Sebaik IHSG Hari Ini. (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah gagal mempertahankan laju penguatannya di tengah masuknya dana asing Rp1,4 triliun ke pasar modal Indonesia. Investor memilih melepas koleksi portofolio saham syariahnya.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 16 Januari 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia terpeleset 0,124 poin (0,06%) ke level 190,056.
ISSI sempat bergerak di dua zoa usai dibuka menghijau di level 190,048. ISSI hanya mampu menembus level tertinggi di 191,071 dan terendah 189,473.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga tak sanggup melawan aksi jual pelaku pasar. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini turun 0,626 poin (0,09%) ke level 717,668.
Hal yang sama dialami Indeks JII70 yang melemah 0,397 poin (0,17%) ke level 238,442.
Berbeda dengan tiga indeks syariah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu bertahan di zona hijau. Namun sentimen jual saham investor sempat membuat IHSG terpeleset di zona merah.
IHSG menutup perdagangan tengah pekan ini di level 6.413,360 atau naik tipis 4,576 poin (0,07%).
Investor tertarik menanamkan modalnya di sektor industri aneka, infrastruktur, dan pertambangan. Ketiga indeks ini melesat masing-masing 1,27 persen, 1,25 persen, dan 1,08 persen.
Indeks barang konsumsi terkoreksi 1,09 persen dan industri dasar 1,03 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNTR dengan kenaikan saham sebesar Rp450, SHID Rp400, BYAN Rp250, INCO Rp210, dan AMFG Rp200.
Sebaliknya, harga saham UNVR tergerus Rp1.875, diikuti oleh CPIN Rp280, INTP Rp275, MKPI Rp250, dan FASW Rp200.
Dari pasar uang, kurs dolar AS terhadap rupiah menguat tipis. Pada pukul 16.25, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah merangkak 3 poin (0,02%) ke level Rp14.093.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya